179 Kota Bandung: Elegansi Wilayah, Budaya, dan Kota Kreatif
kota-bandung-elegansi-wilayah-budaya.thumb.jpg

179 Kota Bandung: Elegansi Wilayah, Budaya, dan Kota Kreatif

Free

Slide profil 179 Kota Bandung: cekungan Parahyangan, asal-usul nama, Bandung Lautan Api, budaya Sunda, semboyan Bermartabat, ikon kota, kuliner, ekonomi kreatif, pendidikan, dan desain.

Kategori
Geografi · Profil Wilayah dan Kota
Jenjang
SMA · Kelas 12

Daftar File (1)

📕
Slide 179 Kota Bandung: Elegansi Wilayah dan Budaya
kota-bandung-elegansi-wilayah-budaya.pdf · 24.8 MB · 14 hal · application/pdf
Deskripsi

179 Kota Bandung: Elegansi Wilayah, Budaya, dan Kota Kreatif

Materi ini berisi slide profil 179 Kota Bandung di Jawa Barat. Kontennya merangkum posisi geografis Bandung sebagai cekungan Parahyangan, asal-usul nama, sejarah Bandung Lautan Api, budaya Sunda, semboyan kota, ikon arsitektur, ruang hijau, kuliner, ekonomi kreatif, pendidikan, dan desain.

Kota Bandung dapat dibaca sebagai contoh kota besar yang identitasnya terbentuk dari gabungan bentang alam, sejarah kolonial, perjuangan nasional, budaya Sunda, pendidikan tinggi, perdagangan, dan industri kreatif. Kota ini juga dikenal sebagai Paris van Java, tuan rumah Konferensi Asia Afrika 1955, dan kota kreatif UNESCO di bidang desain.

Apa yang ada di slide

Bagian Isi utama
Wilayah dan topografi Bandung sebagai "mangkuk raksasa" di tengah Jawa Barat, berada di cekungan yang dikelilingi pegunungan.
Asal-usul dan sejarah Nama Bandung, keputusan Daendels 25 September 1810, dan peristiwa Bandung Lautan Api 1946.
Adat budaya Angklung, wayang golek, jaipong, bahasa Sunda, dan filosofi someah.
Semboyan Bermartabat Empat nilai kota: bersih, makmur, taat, dan bersahabat.
Ikon kota Gedung Sate, Museum Konferensi Asia Afrika, Masjid Raya Bandung, Jalan Braga, dan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat.
Sabuk hijau Tahura Ir. H. Djuanda, Curug Dago, Tebing Keraton, Puncak Bintang, dan Teras Cikapundung.
Kuliner lokal Batagor, cireng, siomay Bandung, seblak, peuyeum, brownies kukus, dan Kopi Aroma.
Ekonomi kreatif Perdagangan, jasa, pariwisata, fashion, pendidikan tinggi, desain, dan teknologi informasi.

Cara pakai materi ini

  • Studi kota: gunakan slide untuk membaca hubungan antara topografi cekungan, iklim sejuk, sejarah, dan perkembangan fungsi kota.
  • Diskusi pengembangan wilayah: minta siswa menilai kekuatan Bandung sebagai kota pendidikan, perdagangan, pariwisata, desain, dan ekonomi kreatif.
  • Analisis ikon kota: gunakan bagian ikon arsitektur dan sejarah untuk membahas bagaimana ruang kota menyimpan memori kolektif.
  • Perbandingan regional: sandingkan dengan materi Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi untuk melihat perbedaan fungsi wilayah dalam kawasan Bandung Raya.

Fokus pembelajaran

Materi ini menekankan hubungan antara bentang alam, sejarah kota, budaya lokal, ruang publik, dan ekonomi kreatif. Kota Bandung menunjukkan bagaimana kota dapat tumbuh sebagai pusat jasa, pendidikan, desain, dan pariwisata tanpa kehilangan identitas historis dan budaya lokalnya.

Topik kurikulum

Materi ini relevan untuk:

  • SMA Geografi Fase F (Kelas XII) - bab Pengembangan Wilayah, Tata Ruang, dan Pengaruhnya terhadap Kebahagiaan, terutama kajian karakteristik kota, potensi wilayah, perkembangan kota, dan tata ruang.
  • SMA Geografi Fase F (Kelas XII) - bab Pembangunan Wilayah, Revolusi Industri, dan Pengaruhnya terhadap Ruang Muka Bumi dan Kesejahteraan, terutama ketika membahas pembangunan kota berbasis jasa, pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, dan teknologi.