IPAFisika

Termometer Cairan Klasik (Glass Thermometer) — Alat Ukur Suhu Berbasis Pemuaian Zat Cair

Memuat model 3D...

Cara Penggunaan

  • 1Klik dan geser untuk memutar termometer — amati bagian: bulb (bola bawah berisi cairan), tabung kapiler ramping, dan skala di sisinya.
  • 2Identifikasi prinsip: cairan di bulb memuai saat suhu naik → naik di tabung kapiler. Tinggi cairan = pembacaan suhu.
  • 3Rumus pemuaian volume: ΔV = V₀ × γ × ΔT. Koefisien muai raksa γ=1.8×10⁻⁴ /°C, alkohol γ=1.1×10⁻³ /°C. Alkohol muai lebih besar dari raksa.
  • 4Konversi skala: °F = (9/5)·°C + 32 dan K = °C + 273.15. Suhu tubuh 37°C = 98.6°F = 310.15 K.
  • 5Bandingkan dengan fever-thermometer (0074) digital. Sama-sama ukur suhu tapi prinsip BEDA: pemuaian vs thermistor. Kelebihan & kekurangan masing-masing?
  • 6Mengapa air tidak dipakai sebagai isi termometer? (Hint: anomali air di 4°C — muai tidak linear, jadi tidak akurat.)
  • 7Sejarah: Fahrenheit (1714, raksa), Celsius (1742, skala 0-100), Kelvin (1848, absolut). Sekarang raksa medis dilarang (Konvensi Minamata 2013, Permenkes 41/2019).

Tentang Model 3D

Termometer cairan klasik — alat ukur suhu berbasis prinsip pemuaian zat cair. Bagian utama: bulb (reservoir) berisi cairan (raksa/alkohol) di ujung bawah, tabung kapiler kaca ramping di atas, dan skala di sisi tabung. Saat suhu naik, cairan memuai dan naik di tabung — tinggi cairan = pembacaan suhu. Pelengkap [[fever-thermometer]] (versi digital modern) — sama-sama mengukur suhu tapi prinsip kerja beda total.

termometerthermometerglass thermometertermometer cairantermometer raksa

Jelajahi Model 3D Lainnya

Lihat koleksi lengkap model 3D interaktif untuk berbagai topik pembelajaran.

Lihat Semua Model 3D