Bangun Jembatan: Menguji Pengaku Segitiga, Beban, dan Keruntuhan Rangka
Mengapa jembatan rangka dipenuhi batang diagonal? Mengapa tidak cukup membuat deretan persegi yang tampak rapi? Bentuk rangka menentukan bagaimana beban disalurkan menuju tumpuan. Menghapus satu batang tertentu dapat mengubah jalur itu, sedangkan menghapus batang lain belum tentu langsung menjatuhkan seluruh susunan.
Simulasi Bangun Jembatan mengajak Anda menyusun titik dan batang, memindahkan beban, lalu menguji hasil rancangan. Tersedia dua cara mengamati: Uji keruntuhan untuk melihat gerak dan kehilangan daya dukung, serta Analisis lendutan untuk membaca hasil keseimbangan elastis selama pendekatannya masih berlaku.
Mengenal layar simulasi

Pada layar lebar, kanvas rangka dan alat penyusunan berada di kiri, sedangkan panel Kontrol jembatan berada di kanan. Pada layar sempit, panel kontrol berpindah ke bawah. Kisi membantu menempatkan sambungan dengan jarak 0,5 m; bentang antartumpuan awal adalah 12 m.
Alat di atas kanvas memiliki tugas berikut:
| Alat | Cara memakai |
|---|---|
| Pilih | Klik batang atau titik untuk membaca hasil bagian tersebut. |
| Batang | Klik dua ujung untuk menghubungkannya. Klik kisi kosong jika ujung baru diperlukan. |
| Titik | Tambahkan titik sambungan pada kisi. |
| Geser | Seret titik bebas untuk mengubah bentuk rangka. |
| Hapus | Hapus batang atau titik bebas. Menghapus titik juga menghapus batang yang terhubung. |
| Beban | Klik titik sambungan untuk memindahkan beban, atau seret kotak bebannya. |
Tumpuan dilindungi dari penghapusan dan penggeseran lewat editor. Sendi di kiri menahan gerak mendatar dan vertikal; rol di kanan menahan gerak vertikal dan mengizinkan gerak mendatar dalam model ideal ini.
Panel kontrol menyediakan Jenis pengujian, Contoh rangka, Target beban luar, Beban pada titik, Diameter batang, dan Modulus bahan (E). Pilihan Sertakan berat batang aktif saat pertama dibuka. Contoh awalnya Warren, dengan target beban luar 40 kN, diameter 50 mm, dan modulus 200 GPa. Beban dalam kN adalah gaya: 1 kN sama dengan 1.000 N.
Warna biru berarti Tarik, jingga berarti Tekan, dan abu-abu berarti Gaya nol / belum dihitung. Pada uji dinamik, batang yang kehilangan daya dukung menjadi merah putus-putus. Gunakan legenda untuk membaca arti warna, bukan untuk menebak jenis bahan.
Tombol Teori menjelaskan konsep; Model merinci asumsi perhitungan. Editor titik menyediakan isian koordinat dan pilihan ujung batang sebagai alternatif klik langsung. Urungkan penyusunan dan Ulangi penyusunan membantu memperbaiki rancangan. Tema terang, tema gelap, layar penuh, dan Unduh PNG mendukung penggunaan di kelas.
Fenomena nyata: mengapa ada pengaku diagonal?
Bayangkan bingkai empat batang dengan sambungan yang bebas berputar. Sudut-sudutnya dapat berubah sehingga bentuknya menjadi miring, walaupun panjang sisinya hampir tidak berubah. Sebuah diagonal membatasi perubahan bentuk itu: bingkai terbagi menjadi dua segitiga.

Rangka segitiga membantu meneruskan gaya lewat tarikan dan tekanan pada batang. Prinsip tersebut dapat dikenali pada jembatan rangka, rangka atap, dan menara. Namun, adanya segitiga belum menjamin suatu struktur menahan beban apa pun. Panjang dan diameter batang, sifat bahan, posisi beban, serta tumpuan tetap berpengaruh.
Gambar simulasi menyederhanakan struktur menjadi rangka bidang dengan sambungan sendi. Jembatan nyata juga memiliki lantai, sambungan, pengaruh ruang tiga dimensi, dan beragam beban yang tidak seluruhnya dimodelkan di sini. Gunakan contoh ini untuk membangun penalaran tentang gaya dan bentuk.
Langkah demi langkah eksperimen
1. Jalankan satu uji utuh
Pilih Uji keruntuhan pada Jenis pengujian, lalu pilih Warren pada Contoh rangka. Pertahankan diameter 50 mm, modulus 200 GPa, target 40 kN, dan Sertakan berat batang aktif. Tekan Uji keruntuhan.
Gaya luar naik selama tiga detik, kemudian ditahan hingga waktu uji mencapai delapan detik. Amati beban aktual, waktu, warna batang, dan status pada panggung. Pada konfigurasi ini, Warren bertahan selama uji. Status tersebut hanya menyatakan hasil pada beban, pengaturan, dan durasi yang diuji.
Tekan Jeda uji sebelum uji selesai untuk menghentikan geraknya sementara. Tekan tombol pengujian lagi untuk melanjutkan. Ulangi uji mengembalikan bentuk dan waktu ke awal sambil mempertahankan susunan serta pengaturan. Ikon Reset semua mengembalikan seluruhnya ke konfigurasi bawaan.
2. Bandingkan persegi dengan pengaku diagonal
Pilih Persegi, lakukan uji, lalu ulangi dengan Persegi + diagonal pada pengaturan beban, diameter, dan modulus yang sama. Catat apakah bentuk berubah besar, apakah ada batang gagal, dan bagaimana status akhirnya.
Lanjutkan dengan Analisis lendutan. Contoh Persegi terdeteksi tidak stabil dalam model rangka sendi sehingga angka lendutan elastis tidak diberikan. Setelah memilih Persegi + diagonal, perhatikan apakah keseimbangan elastis dapat dihitung. Perbandingan ini memisahkan masalah susunan yang kurang terkekang dari masalah batang yang kapasitasnya terlalu kecil.
3. Hapus satu batang yang penting
Pilih kembali Uji keruntuhan, lalu Segitiga tunggal. Atur target 5 kN, diameter 50 mm dan modulus 200 GPa, lalu matikan Sertakan berat batang. Uji susunan lengkap dahulu, kemudian tekan Ulangi uji. Dengan alat Hapus, klik bagian tengah salah satu batang miring, jauh dari titik ujungnya. Segitiga sekarang terbuka. Pastikan Sertakan berat batang tetap dimatikan pada percobaan ini, lalu tekan Uji keruntuhan.

Amati bagian yang kehilangan penopang bergerak turun. Perhatikan bahwa batang yang dihapus sudah tidak ada, sedangkan batang merah putus-putus adalah batang yang masih ditampilkan sebagai penanda kegagalan saat uji berlangsung. Keduanya adalah kejadian yang berbeda.
Tekan Ulangi uji: susunan yang telah diedit tetap tersimpan. Untuk mengembalikan batang yang Anda hapus, gunakan Urungkan penyusunan. Perbedaan kedua tombol ini membantu mengulang percobaan tanpa kehilangan rancangan.
4. Uji segitiga yang utuh tetapi terlalu lemah
Pilih lagi Segitiga tunggal agar ketiga batangnya utuh. Pada diameter 50 mm, modulus 200 GPa, target 40 kN, dan berat batang aktif, jalankan Uji keruntuhan. Amati munculnya batang gagal dan perubahan bentuk.
Contoh ini menunjukkan bahwa bentuk stabil dan kapasitas menahan beban merupakan dua pertanyaan berbeda. Segitiga dapat menahan perubahan bentuk secara geometris, tetapi batang tekannya tetap mempunyai batas. Jangan menyimpulkan bahwa setiap segitiga pasti lebih kuat daripada setiap susunan lain.
5. Baca lendutan tanpa tertipu perbesaran gambar
Pilih Analisis lendutan, kemudian Warren. Atur target 40 kN, diameter 50 mm, modulus 200 GPa, dan matikan Sertakan berat batang untuk memperoleh contoh pembanding ini. Pilih alat Pilih dan baca hasilnya: lendutan vertikal terbesar sekitar 2,71 mm.

Geser Perbesaran lendutan. Gambar berubah, tetapi hasil perhitungan tidak ikut berubah. Lendutan kecil sengaja diperbesar agar terlihat. Sebaliknya, gerak pada Uji keruntuhan memakai skala ×1.
Coba turunkan Modulus bahan (E) dengan pengaturan lain tetap. Selama hasil masih berada dalam batas model, rangka menjadi lebih lentur. Setelah itu, bandingkan beberapa Diameter batang. Jika berat batang disertakan, membesarkan diameter juga menambah berat sendiri, sehingga perbandingannya mencakup dua perubahan sekaligus.
Konsep yang dibangun
| Konsep target | Bukti yang diamati | Miskonsepsi yang diluruskan |
|---|---|---|
| Pengaku dan kestabilan | Persegi dibandingkan dengan Persegi + diagonal | Banyak batang saja belum memastikan susunan stabil. |
| Jalur penyaluran gaya | Bentuk dan status setelah batang kritis dihapus | Menghapus batang tidak selalu mempunyai akibat yang sama. |
| Tarik dan tekan | Warna serta gaya aksial pada batang terpilih | Semua batang tidak bekerja dengan cara yang sama. |
| Kekakuan dan kapasitas | Pengaruh E, diameter, dan kegagalan batang | E yang besar tidak sama artinya dengan batas tegangan yang besar. |
| Model statis dan dinamik | Dua jenis pengujian | Gambar analisis yang diam tidak membuktikan jembatan akan tetap berdiri setelah gagal. |
| Skala visual dan besaran | Perbesaran lendutan dibandingkan angka dalam mm | Besarnya lengkungan di layar bukan langsung lendutan sebenarnya. |
Pada sambungan yang seimbang dalam analisis statis, jumlah komponen gaya memenuhi:
Hubungan elastis aksial batang ditulis:
Di sini, N adalah gaya aksial, E modulus elastis, A luas penampang, L panjang awal, dan ΔL perubahan panjang. Untuk batang tekan ideal dengan kedua ujung sendi, batas tekuk Euler yang dipakai adalah:
I menyatakan momen kedua luas penampang. Hubungan ini membantu menjelaskan mengapa batang tekan yang panjang dan ramping mudah mencapai batasnya. Rumus tekuk dipakai sebagai batas kapasitas ideal; animasi tidak menggambar proses batang melengkung secara rinci.
Dalam Uji keruntuhan, batang yang melewati batas tekan Euler atau batas tegangan contoh kehilangan seluruh daya dukung aksialnya. Ini penyederhanaan pembelajaran, bukan peragaan plastisitas atau patahnya logam nyata. Titik yang jatuh ditahan oleh dasar uji tanpa pantulan; tidak dihitung tumbukan antarbatang. Jika tidak ada gaya yang menggerakkan bagian bebas, bagian itu tidak sengaja digoyangkan agar terlihat runtuh.
Keterkaitan kurikulum dan silabus
Simulasi ini ditempatkan sebagai pengayaan parsial, bukan materi inti yang mengklaim seluruh analisis rangka diajarkan dalam buku sekolah.
| Unsur pemetaan | Keterkaitan yang didukung |
|---|---|
| Jenjang dan fase | SMA/MA, Fase F; konteks buku kelas XI. |
| Mata pelajaran dan bab | Fisika, Dinamika Gerak Partikel, terutama Hukum Newton dan diagram gaya. |
| CP yang didukung | Penerapan vektor dan dinamika gerak serta keterampilan merencanakan penyelidikan, mengendalikan variabel, mengolah hasil, dan mengomunikasikan bukti. |
| TP lokal yang terkait | FIS-F.PI2: hubungan gaya dan gerak dalam konteks desain atau rekayasa struktur; FIS-F.PI2.1: penerapan Hukum Newton; FIS-F.PI2.3: diagram gaya. Dukungan pada TP tersebut bersifat sebagian. |
| Batas pemetaan | Modulus, metode kekakuan, tekuk Euler, dan keruntuhan dinamik merupakan pengayaan. Simulasi tidak mencakup semua tujuan bab, seperti momentum dan tumbukan. |
Pemetaan diperiksa terhadap snapshot CP Fisika Fase F dalam koleksi cp-atp-c yang diambil 22 April 2026, dokumen ATP bertanda BSKAP 2024, serta Buku Siswa dan Buku Panduan Guru Fisika kelas XI, Bab 3, terbitan Kemendikbudristek 2022. Buku siswa menempatkan Hukum Newton, berbagai gaya, momentum, dan momen gaya dalam bab ini. Panduan guru memasukkan diagram gaya dan penggunaan demonstrasi virtual. Analisis matriks rangka dan simulasi keruntuhan tidak dinyatakan sebagai tuntutan inti bab.
Redaksi snapshot CP dan dokumen ATP dalam koleksi tidak identik; keduanya digunakan sesuai lingkupnya, bukan dianggap satu kutipan yang sama. Pemetaan ini menjelaskan kecocokan sumber yang diperiksa, bukan audit semua perubahan kebijakan setelah tanggal snapshot tersebut.
Dalam modul ajar atau ATP, tempatkan kegiatan sesudah siswa mengenal komponen gaya dan Hukum Newton. Mulai dari prediksi, lanjutkan uji dengan satu variabel yang diubah, kemudian minta penjelasan memakai diagram gaya. Guru dapat membatasi pembahasan pada pengaku dan keseimbangan; rumus tekuk serta model numerik dapat dibuka hanya saat diperlukan sebagai pengayaan.
Ide penerapan pembelajaran di kelas
Apersepsi. Tampilkan Persegi dan Persegi + diagonal. Minta siswa memilih bentuk yang diperkirakan lebih mampu mempertahankan bentuk, disertai alasan. Jalankan keduanya setelah prediksi dikumpulkan.
LKPD virtual. Setiap kelompok membandingkan dua rangka dengan target beban, diameter, modulus, dan pilihan berat batang yang sama. Catat bentuk rangka, lokasi beban, parameter, status akhir, jumlah batang gagal, serta satu bukti berupa tangkapan layar. Untuk tabel lendutan, gunakan Analisis lendutan dan tulis jika hasil tidak diberikan karena rangka tidak stabil atau batas model tercapai.
Tantangan desain. Minta kelompok memperbaiki satu rangka dengan menambahkan sesedikit mungkin pengaku yang diperlukan. Keberhasilan dinilai dari alasan pemilihan batang dan hasil uji ulang, bukan semata banyaknya batang. Tetapkan batas jumlah batang yang sama bagi setiap kelompok agar perbandingan lebih terarah.
Diskusi penutup. Tanyakan: apakah bagian yang lepas selalu membuat seluruh rangka runtuh? Mengapa segitiga utuh tetap dapat gagal? Bagaimana membedakan pengaku yang kurang, batang yang terlalu ramping, dan lendutan gambar yang diperbesar? Minta siswa menjelaskan pula informasi apa yang masih diperlukan sebelum menilai jembatan nyata.
Coba rancangan Anda sendiri
Mulailah dari satu contoh, ubah satu hal, lalu bandingkan hasilnya. Gunakan Ulangi uji untuk mencoba lagi tanpa membuang susunan, dan Model untuk membaca batas penafsiran hasil.


