Akses Terbatas

Simulasi ini hanya dapat diakses oleh Subscriber Premium.

Upgrade ke paket premium untuk akses penuh ke semua simulasi!

IPAFisika

Cara Kerja Barometer Torricelli — Tekanan Udara

Cara Penggunaan

  • 1Lihat tabung Torricelli di sebelah kiri: tabung kaca panjang dengan kolom air raksa di dalamnya, dan bejana air raksa di bawah.
  • 2Geser slider Ketinggian (0 m sampai 9.000 m) atau klik preset (Permukaan laut, Jakarta, Bandung, Puncak Bromo, Puncak Semeru, Puncak Everest).
  • 3Amati: makin tinggi tempat → tekanan udara makin kecil → kolom air raksa makin pendek. Di permukaan laut, tinggi kolom sekitar 76 cm.
  • 4Aktifkan 'Tampilkan label & panah' untuk lihat nama bagian (ruang hampa / vakum, kolom, bejana) dan panah arah tekanan udara mendorong air raksa.
  • 5Aktifkan 'Tampilkan rumus' untuk lihat perhitungan langkah-by-langkah: tekanan udara di ketinggian, lalu konversi ke tinggi kolom dengan P = ρ·g·h.
  • 6Cek 4 satuan tekanan di panel hasil: cm/mm Hg, kPa, Pa, atm. Hubungan: 1 atm = 76 cm Hg = 760 mmHg = 101.325 Pa.
  • 7Baca 5 langkah eksperimen Torricelli di panel hitam untuk memahami kenapa ruang hampa terbentuk dan kenapa kolom tetap berdiri.

Tentang Simulasi

Eksperimen Torricelli (1643) yang membuktikan adanya tekanan udara. Tabung kaca panjang diisi penuh air raksa lalu dibalik di atas bejana berisi air raksa. Air raksa di tabung turun sebagian, menyisakan ruang hampa di bagian atas (vakum Torricelli). Tinggi kolom yang tersisa = ukuran tekanan udara di tempat itu (76 cm di permukaan laut). Geser ketinggian dari laut sampai puncak Everest, lihat bagaimana kolom air raksa menyusut. Toggle label dan rumus untuk pembelajaran step-by-step. Konversi tekanan: cm Hg, mm Hg, kPa, Pa, atm.

#barometer#torricelli#tekanan udara#tekanan atmosfer#air raksa

Jelajahi Simulasi Lainnya

Akses semua simulasi fisika, kimia, biologi dan matematika di Simu