IPAFisika

Efek Rumah Kaca dan Neraca Energi Bumi

Cara Penggunaan

  • 1Setel CO₂ ke 280 ppm lalu catat suhu permukaan pra-industri.
  • 2Perhatikan suhu tanpa atmosfer, dan hitung selisihnya terhadap suhu permukaan.
  • 3Telusuri keenam tombol era dari 1750 sampai proyeksi 2100.
  • 4Bandingkan kenaikan suhu pada 2020 dengan pemanasan yang benar-benar teramati.
  • 5Gandakan CO₂ dari 280 ke 560 ppm lalu catat pemaksaan radiatifnya.
  • 6Gandakan lagi ke 1120 ppm dan perhatikan tambahan pemaksaannya sama besar.
  • 7Ubah jenis permukaan menjadi es lalu amati albedo naik dan suhu turun.

Tentang Simulasi

Suhu permukaan Bumi tidak dipilih dengan penggeser, melainkan dihitung dari neraca energinya. Cahaya matahari yang masuk dikurangi bagian yang dipantulkan memberi energi terserap, lalu tetapan Stefan-Boltzmann memberi suhu setimbang radiasi yang ternyata hanya sekitar minus sembilan belas derajat. Selisih tiga puluh tiga derajat terhadap suhu Bumi yang sebenarnya itulah efek rumah kaca alami, dan dari situ terlihat bahwa tanpa efek rumah kaca Bumi akan membeku. Kepekatan karbon dioksida dapat digeser dari kadar zaman es sampai proyeksi tahun 2100, dan pengaruhnya dihitung lewat pemaksaan radiatif yang bersifat logaritma, sehingga tiap penggandaan kepekatan menambah kira-kira 3,7 watt tiap meter persegi. Tutupan awan dan jenis permukaan dapat diubah pula, dan keduanya bekerja lewat albedo, bukan lewat efek rumah kaca. Pada 415 ppm model ini memberi kenaikan 1,20 derajat dari keadaan pra-industri, dekat dengan pemanasan yang benar-benar teramati.

#efek rumah kaca#perubahan iklim#neraca energi#albedo#Stefan-Boltzmann

Jelajahi Simulasi Lainnya

Akses semua simulasi fisika, kimia, biologi dan matematika di Simu