Suhu permukaan Bumi tidak dipilih dengan penggeser, melainkan dihitung dari neraca energinya. Cahaya matahari yang masuk dikurangi bagian yang dipantulkan memberi energi terserap, lalu tetapan Stefan-Boltzmann memberi suhu setimbang radiasi yang ternyata hanya sekitar minus sembilan belas derajat. Selisih tiga puluh tiga derajat terhadap suhu Bumi yang sebenarnya itulah efek rumah kaca alami, dan dari situ terlihat bahwa tanpa efek rumah kaca Bumi akan membeku. Kepekatan karbon dioksida dapat digeser dari kadar zaman es sampai proyeksi tahun 2100, dan pengaruhnya dihitung lewat pemaksaan radiatif yang bersifat logaritma, sehingga tiap penggandaan kepekatan menambah kira-kira 3,7 watt tiap meter persegi. Tutupan awan dan jenis permukaan dapat diubah pula, dan keduanya bekerja lewat albedo, bukan lewat efek rumah kaca. Pada 415 ppm model ini memberi kenaikan 1,20 derajat dari keadaan pra-industri, dekat dengan pemanasan yang benar-benar teramati.