Akses Terbatas

Simulasi ini hanya dapat diakses oleh Subscriber Premium.

Upgrade ke paket premium untuk akses penuh ke semua simulasi!

IPAFisika

Mengapa Jalan ke Gunung Berkelok? — Bidang Miring

Cara Penggunaan

  • 1Lihat dua panel berdampingan: jalur lurus (kiri, merah) dan jalur berkelok (kanan, hijau) menuju puncak gunung yang sama.
  • 2Geser slider Massa Mobil untuk mengatur berat kendaraan (800-5.000 kg).
  • 3Geser slider Tinggi Gunung untuk mengatur ketinggian yang harus dicapai (50-500 m).
  • 4Atur Sudut Jalur Lurus (15°-50°) dan Sudut Jalur Berkelok (3°-20°) untuk membandingkan tanjakan curam vs landai.
  • 5Atur Jumlah Belokan untuk variasi visual (3, 5, 7, atau 9 belokan).
  • 6Klik 'Jalankan Mobil' untuk animasi: mobil naik di kedua jalur secara bersamaan. Klik 'Jeda' atau 'Reset' kapan saja.
  • 7Lihat tabel perbandingan: gaya mesin, jarak tempuh, dan energi total. Perhatikan bahwa energi totalnya selalu sama — itu kekekalan energi.
  • 8Diskusikan: kenapa jalur berkelok meskipun lebih panjang lebih aman dan hemat?

Tentang Simulasi

Bandingkan dua jalur menuju puncak gunung yang sama: jalur lurus curam vs jalur berkelok landai. Atur massa mobil, tinggi gunung, sudut kemiringan kedua jalur, dan jumlah belokan visual. Animasi mobil menanjak di kedua jalur secara bersamaan, dengan tabel perbandingan gaya mesin, jarak tempuh, dan energi total. Konsep utama: kekekalan energi (E = m·g·h) — gaya kecil membutuhkan jarak panjang, dan sebaliknya.

#bidang miring#pesawat sederhana#gaya#usaha#energi

Jelajahi Simulasi Lainnya

Akses semua simulasi fisika, kimia, biologi dan matematika di Simu