Pisahkan campuran zat warna dengan cara yang sama seperti di laboratorium. Totolkan sampel pada garis start, celupkan ujung kertas ke dalam pelarut, lalu amati pelarut merambat naik membawa tiap pigmen sejauh yang berbeda-beda sampai terpisah menjadi noda tersendiri. Perambatan mengikuti hubungan tinggi sebanding akar waktu, sehingga lajunya melambat sendiri seperti pada kertas sungguhan. Dua pelarut disediakan, dan yang penting bukan sekadar cepat atau lambatnya, melainkan urutan pigmennya ikut berubah: di dalam air biru merambat paling jauh, di dalam alkohol justru kuning. Dua penanda yang dapat digeser dipakai mengukur jarak noda dan jarak pelarut, lalu nilai Rf dihitung dari perbandingan keduanya. Ditutup dengan kasus sampel misteri yang susunan pigmennya diacak dan harus dibongkar sendiri lewat pengukuran, dengan nilai kasus yang berkurang tiap kali tebakannya meleset.