Akses Terbatas

Simulasi ini hanya dapat diakses oleh Subscriber Premium.

Upgrade ke paket premium untuk akses penuh ke semua simulasi!

IPAFisika

Perbandingan Cairan Termometer — Air Raksa vs Air vs Minyak

Cara Penggunaan

  • 1Geser slider suhu (-20°C sampai 160°C) lalu lihat reaksi tiga cairan termometer secara bersamaan.
  • 2Klik preset cepat: Es mencair (0°C), Ruang kelas (27°C), Suhu tubuh (37°C), Air panas (80°C), Air mendidih (100°C), Cuaca dingin (-10°C).
  • 3Klik salah satu kartu cairan (Air raksa / Air / Minyak) untuk dijadikan fokus utama. Detailnya tampil di panel kiri.
  • 4Perhatikan badge status: 'Sangat layak' (hijau), 'Cukup layak' (biru), 'Kurang baik' (kuning), 'Anomali' (oranye), 'Membeku' / 'Mendidih' (merah).
  • 5Lihat panel 'Mengapa cairan ini' untuk skor 5 aspek (keteraturan pemuaian, visibilitas, perilaku kaca, respons, keamanan) + kelebihan/kekurangan.
  • 6Cairan paling cocok untuk suhu yang dipilih ditunjuk otomatis di header (rekomendasi sistem).
  • 7Diskusikan: kenapa air kurang cocok? Kenapa air raksa hampir sempurna tapi sekarang banyak diganti?

Tentang Simulasi

Mengapa termometer cairan biasanya pakai air raksa, bukan air atau minyak? Geser suhu dari -20°C sampai 160°C lalu bandingkan tiga cairan: air raksa, air, dan minyak. Tiap cairan punya rentang kerja, keteraturan pemuaian, perilaku terhadap kaca, dan visibilitas yang berbeda. Saat suhu ekstrem (di bawah titik beku atau di atas titik didih), kolom cairan ditampilkan membeku/menguap. Sistem skor 0-100 menghitung kecocokan cairan untuk suhu yang dipilih, dan otomatis menunjuk cairan paling cocok di header.

#termometer#air raksa#alkohol#cairan termometer#pemuaian

Jelajahi Simulasi Lainnya

Akses semua simulasi fisika, kimia, biologi dan matematika di Simu