Populasi kelinci dimulai dari delapan ekor bergenotipe seragam, lalu berkembang biak tiap generasi dengan pewarisan Mendel: tiap anak menerima satu alel acak dari masing-masing induk untuk tiga sifat, yaitu warna bulu, panjang telinga, dan panjang gigi. Tekanan seleksi dapat dinyalakan satu per satu sehingga pengaruhnya dapat dipisahkan. Serigala memilih mangsa yang paling mencolok terhadap latarnya, sehingga lingkungan rumput menguntungkan bulu cokelat dan lingkungan bersalju menguntungkan bulu putih; lingkungan itu dapat ditukar di tengah percobaan untuk melihat arah seleksi berbalik. Makanan yang terbatas menyingkirkan kelinci bergigi pendek lebih dulu. Tombol mutasi menyisipkan satu alel resesif pada seekor kelinci, dan karena sifatnya belum tampak pada pembawa pertama, murid dapat melihat sendiri bahwa alel resesif memerlukan beberapa generasi sebelum muncul. Selain jumlah tiap fenotipe, frekuensi tiap alel ditampilkan sebagai persen, sehingga evolusi terbaca sebagai perubahan angka, bukan sekadar perubahan gambar.