Memahami Golongan dalam Tabel Periodik: Arti IA–VIIIA vs 1–18

4 menit baca Unduh PDF
Tampilan aplikasi tabel periodik interaktif: 118 unsur berwarna menurut sifat logam, pencarian unsur, mode belajar, mode gelap, dan pemilih skema pewarnaan

Lihat bagian atas tabel periodik mana pun — hampir selalu ada dua baris angka. Satu baris menghitung lurus dari 1 sampai 18. Satu lagi memakai angka Romawi dengan huruf: IA, IIA, IIIB, sampai VIIIA. Murid yang baru berkenalan dengan tabel periodik wajar bertanya: yang mana yang benar?

Jawabannya: dua-duanya benar. Keduanya menunjuk kolom yang sama, hanya lahir dari generasi yang berbeda. Artikel ini menjelaskan arti masing-masing, cara mengubah satu ke yang lain, dan tiga jebakan yang paling sering keluar di soal.

Kepala kolom tabel periodik: nomor golongan IUPAC 1-18 di atas, notasi lama IA-VIIIA di bawah, dengan VIIIB melebar tiga kolom
Dua notasi golongan berdampingan: 1–18 (IUPAC) di atas, IA–VIIIA (sistem lama) di bawah. Perhatikan VIIIB yang melebar menaungi tiga kolom sekaligus.

Apa itu golongan?

Golongan adalah kolom tegak di tabel periodik. Unsur-unsur yang satu kolom punya sifat kimia yang mirip — litium, natrium, dan kalium sama-sama logam lunak yang bereaksi hebat dengan air, padahal massa atomnya jauh berbeda.

Kemiripan itu bukan kebetulan. Unsur sekolom punya jumlah elektron valensi yang sama — elektron di kulit terluar, yang menentukan bagaimana sebuah atom berikatan. Karena “tangan untuk bergandengan”-nya sama banyak, kelakuan kimianya pun serupa.

Sistem lama: IA sampai VIIIA (dan IB sampai VIIIB)

Sistem yang lebih tua memakai angka Romawi dengan dua huruf:

  • Huruf A untuk golongan utama — kolom-kolom di blok s dan p (dua kolom paling kiri dan enam paling kanan).
  • Huruf B untuk golongan transisi — kolom-kolom logam di tengah tabel.

Untuk golongan utama, angka Romawinya sekaligus memberi tahu jumlah elektron valensi: golongan IA punya satu, IIA punya dua, VIIA punya tujuh. Inilah alasan sistem lama tetap disukai guru — nomornya bermakna, bukan sekadar urutan.

Sistem inilah yang masih dipakai kebanyakan buku pelajaran dan soal ujian di Indonesia. Kalau soal berbunyi “unsur golongan IIA”, yang dimaksud kolom kedua dari kiri.

Sistem IUPAC: 1 sampai 18

Masalah sistem lama: dunia sempat punya dua varian yang saling bertentangan. Versi Amerika dan versi Eropa lama memasang huruf A dan B di tempat yang berbeda untuk golongan transisi — kolom yang sama bisa disebut IIIB di satu buku dan IIIA di buku lain. Untuk mengakhiri kebingungan itu, IUPAC menetapkan penomoran lurus 1 sampai 18 dari kiri ke kanan, tanpa huruf, tanpa varian.

Buku Indonesia memakai varian Amerika untuk notasi lamanya: A untuk golongan utama, B untuk transisi.

Tabel konversi lengkap

IUPAC Notasi lama Nama populer
1 IA Logam alkali (kecuali hidrogen)
2 IIA Logam alkali tanah
3 IIIB Golongan skandium (+ lantanida & aktinida)
4–7 IVB–VIIB Logam transisi
8, 9, 10 VIIIB Tiga kolom: besi, kobalt, nikel
11 IB Golongan tembaga (logam mata uang)
12 IIB Golongan seng
13 IIIA Golongan boron
14 IVA Golongan karbon
15 VA Golongan nitrogen
16 VIA Golongan oksigen (kalkogen)
17 VIIA Halogen
18 VIIIA Gas mulia

Tiga jebakan yang sering keluar di soal

  1. Hidrogen ada di kolom IA, tapi bukan logam alkali. Ia menumpang kolom itu karena punya satu elektron valensi, padahal ia nonlogam berwujud gas. Soal yang meminta “logam alkali” tidak pernah menerima hidrogen sebagai jawaban.
  2. VIIIB melebar tiga kolom. Golongan 8, 9, dan 10 (deret besi-kobalt-nikel) semuanya bernotasi VIIIB — satu-satunya notasi lama yang menaungi lebih dari satu kolom. Itulah kenapa notasi lama hanya sampai “delapan” padahal kolomnya delapan belas.
  3. Golongan 3 itu IIIB, bukan IIIA. Huruf A baru muncul lagi di kolom 13. Urutannya memang tidak intuitif: IA, IIA, lalu melompat ke IIIB–VIIIB–IB–IIB, baru kembali IIIA sampai VIIIA.

Cara cepat membaca soal

Soal model “unsur golongan VIIA periode 3” tinggal dibaca sebagai koordinat: golongan VIIA = kolom 17, periode 3 = baris ketiga. Jawabannya klorin. Kalau tabel Anda hanya mencantumkan 1–18, konversikan dulu hurufnya dengan tabel di atas — atau pakai tabel yang mencantumkan keduanya.

Tabel periodik 118 unsur dengan pewarnaan menurut golongan: alkali, alkali tanah, transisi, halogen, gas mulia
Tabel periodik dengan pewarnaan menurut golongan — tiap kelompok satu warna, kedua notasi tercantum di kepala kolom.

Lihat langsung di tabel interaktif

Tabel yang sama hidup sebagai aplikasi interaktif: ganti pewarnaannya ke golongan, blok s/p/d/f, jenis logam, atau sifat oksida dengan sekali klik — lalu klik unsur mana pun untuk melihat data lengkapnya (konfigurasi elektron, titik leleh dan didih, keelektronegatifan), infografis, plus video untuk unsur-unsur tertentu. Nama Indonesia dan Inggris tampil berdampingan, dan ada mode gelap untuk yang belajar malam hari.

Tampilan aplikasi tabel periodik interaktif: 118 unsur berwarna, pencarian unsur, mode belajar, dan pemilih skema pewarnaan
Aplikasi tabel periodik interaktif — klik gambar untuk membukanya.

Buka Tabel Periodik Interaktif → (gratis, cukup daftar akun)

Butuh versi cetak untuk ditempel di kelas? Keenam varian PDF-nya — termasuk pewarnaan golongan seperti gambar di atas — bisa diunduh gratis di halaman materi Tabel Periodik Siap Cetak.

Artikel Lainnya