Lintasan proyektil dihitung dengan cara penyelesaian bertahap Runge-Kutta orde empat, bukan dengan rumus parabola, sehingga hambatan udara dapat disertakan apa adanya. Ketika hambatan dinyalakan, lintasan idealnya tetap digambar sebagai garis putus-putus sehingga selisih keduanya terlihat langsung, lengkap dengan berapa persen jangkauannya terpangkas. Empat jenis proyektil disediakan dengan massa, diameter, dan koefisien seret yang berbeda, dari bola meriam yang berat sampai balon udara yang ringan berpenampang lebar, sehingga terlihat bahwa yang menentukan bukan hanya bentuk melainkan perbandingan luas penampang terhadap massa. Percepatan gravitasi dapat diganti antara Bumi, Bulan, Mars, dan Jupiter. Sampai lima lintasan dapat disimpan berdampingan untuk membandingkan sudut tembak, dan pada keadaan tanpa hambatan hasil hitungannya dibandingkan langsung dengan rumus analitik jangkauan serta tinggi maksimum.