Cara Menggunakan Simulasi Potensiometer sebagai Pembagi Tegangan: Mengapa Kenop di Tengah Tidak Memberi Setengah Tegangan

5 menit baca
Empat kartu simulasi menunjukkan tegangan pada beban 0,606 volt, ideal tanpa beban 2,500 volt, melorot 75,8 persen, dan daya di potensiometer 393,5 miliwatt

Potensiometer biasanya diperkenalkan dengan rumus yang rapi. Sadapan membelah jalur hambatan menjadi dua bagian, tegangan terbagi menurut perbandingan panjangnya, dan sadapan di tengah memberi setengah tegangan sumber. Sederhana, dan mudah dipercaya.

Lalu rangkaiannya benar-benar dirakit, kenopnya diputar ke tengah, dan yang terbaca di voltmeter jauh dari setengah. Rumusnya tidak salah. Rumus itu hanya menggambarkan keadaan yang berhenti berlaku begitu ada sesuatu yang disambungkan ke sadapan — dan sesuatu itu selalu ada, sebab tidak ada gunanya membuat pembagi tegangan yang tidak dipakai.

Simulasi Potensiometer sebagai Pembagi Tegangan menaruh kedua angka bersebelahan: yang seharusnya dan yang sebenarnya. Buka di simu.konsep.com/sim/potensiometer-pembagi-tegangan.

Empat kartu simulasi menunjukkan tegangan pada beban 0,606 volt, ideal tanpa beban 2,500 volt, melorot 75,8 persen, dan daya di potensiometer 393,5 miliwatt
Gambar 1. Sadapan tepat di tengah, sumber 5 V5\ \text{V}. Yang diharapkan 2,500 V2{,}500\ \text{V}, yang didapat 0,606 V0{,}606\ \text{V}.

Tiga puluh detik pertama

Tekan tombol praatur Seperti javalab. Keadaannya: sumber 5 V5\ \text{V}, potensiometer 100 Ω100\ \Omega, beban 8 Ω8\ \Omega berupa pengeras suara, sadapan di 50%50\%.

Sebelum melihat layar, tebak dulu berapa tegangan pada bebannya. Hampir semua orang menjawab 2,5 V2{,}5\ \text{V}.

Kartunya menjawab 0,606 V0{,}606\ \text{V} — kurang dari seperempat. Kartu ketiga menamai selisih itu: melorot 75,8%75{,}8\%.

Mengapa bisa melorot

Perhatikan gambar rangkaiannya. Beban tidak menggantung sendirian di sadapan; ia terpasang paralel dengan belahan bawah potensiometer.

Rangkaian potensiometer: baterai 5 volt, jalur hambatan tegak dengan sadapan di tengah, dan beban 8 ohm yang terhubung dari sadapan ke rel bawah
Gambar 2. Arus 87,88 mA87{,}88\ \text{mA} yang masuk lewat belahan atas terpecah di titik sadapan: hanya 12,12 mA12{,}12\ \text{mA} yang lewat belahan bawah, sisanya 75,76 mA75{,}76\ \text{mA} direbut beban.

Dua hambatan yang paralel selalu menghasilkan gabungan yang lebih kecil daripada masing-masingnya. Belahan bawah 50 Ω50\ \Omega yang dipasangi beban 8 Ω8\ \Omega tinggal bernilai

Rp=50×850+8=6,897 Ω R_p = \frac{50 \times 8}{50 + 8} = 6{,}897\ \Omega

Pembagian tegangan sekarang terjadi antara 50 Ω50\ \Omega di atas dan 6,897 Ω6{,}897\ \Omega di bawah — bukan lagi 5050 lawan 5050. Wajar kalau bagian bawah hanya kebagian sedikit.

Angka arus pada Gambar 2 memperlihatkan hal yang sama dari sisi lain: beban menyedot lebih dari enam kali arus belahan bawah, padahal keduanya menerima tegangan yang persis sama.

Kemelorotan punya bentuk, dan bentuknya simetris

Geser sadapan pelan-pelan dari ujung ke ujung sambil memperhatikan kartu Melorot. Polanya mengejutkan.

Grafik tegangan pada beban terhadap posisi sadapan: kurva hijau melengkung jauh di bawah garis putus-putus ideal, keduanya bertemu di kedua ujung
Gambar 3. Garis putus-putus adalah keadaan ideal tanpa beban. Kurva hijau adalah kenyataannya. Jarak terlebar persis di tengah.
Posisi sadapan Melorot Posisi sadapan Melorot
10%10\% 52,9%52{,}9\% 90%90\% 52,9%52{,}9\%
20%20\% 66,7%66{,}7\% 80%80\% 66,7%66{,}7\%
30%30\% 72,4%72{,}4\% 70%70\% 72,4%72{,}4\%
40%40\% 75,0%75{,}0\% 60%60\% 75,0%75{,}0\%
50%50\% 75,8%75{,}8\%

Pasangan yang berjarak sama dari tengah melorot sama persis. Dan di kedua ujung kemelorotannya lenyap sama sekali: pada 0%0\% tidak ada tegangan yang bisa hilang, sedangkan pada 100%100\% sadapan menyentuh kaki atas sehingga beban menerima tegangan sumber penuh, berapa pun hambatannya.

Jadi titik terburuk justru posisi tengah — posisi yang paling sering dipakai sebagai contoh di papan tulis.

Yang menentukan bukan nilainya, tapi perbandingannya

Ini bagian yang paling berguna untuk merancang. Ganti-ganti tombol Beban sambil sadapan tetap di tengah.

Potensiometer Beban Beban ÷ pot Tegangan Melorot
100 Ω100\ \Omega 8 Ω8\ \Omega 0,080{,}08 0,606 V0{,}606\ \text{V} 75,8%75{,}8\%
100 Ω100\ \Omega 50 Ω50\ \Omega 0,50{,}5 1,667 V1{,}667\ \text{V} 33,3%33{,}3\%
100 Ω100\ \Omega 1 kΩ1\ \text{k}\Omega 1010 2,439 V2{,}439\ \text{V} 2,4%2{,}4\%
10 kΩ10\ \text{k}\Omega 100 kΩ100\ \text{k}\Omega 1010 2,439 V2{,}439\ \text{V} 2,4%2{,}4\%

Perhatikan dua baris terakhir. Nilai hambatannya berbeda seratus kali lipat, tetapi kemelorotannya sama persis. Yang menentukan hanya perbandingan beban terhadap potensiometer.

Empat kartu pada praatur desain benar: tegangan 2,439 volt, ideal 2,500 volt, melorot hanya 2,4 persen
Gambar 4. Praatur Desain benar: potensiometer 10 kΩ10\ \text{k}\Omega dengan beban 100 kΩ100\ \text{k}\Omega. Kemelorotan tinggal 2,4%2{,}4\%.

Rumusnya, supaya bisa dihitung sebelum dirakit

Dengan aa posisi sadapan dan kk perbandingan beban terhadap potensiometer, kemelorotannya

melorot=a(1a)k+a(1a) \text{melorot} = \frac{a(1-a)}{k + a(1-a)}

Posisi sadapan hanya masuk lewat bentuk a(1a)a(1-a), dan bentuk itu tidak berubah bila aa ditukar dengan 1a1-a. Itulah sebab tabel di atas simetris. Nilainya terbesar di a=12a = \frac{1}{2}, sehingga kemelorotan terburuk yang mungkin terjadi

melorotmaks=14k+1 \text{melorot}_{maks} = \frac{1}{4k + 1}

Dari sini aturan praktis di buku rangkaian bisa diturunkan, bukan dihafal. Kalau kemelorotan diminta tidak lebih dari 5%5\%:

14k+10,05k4,75 \frac{1}{4k+1} \le 0{,}05 \quad\Longrightarrow\quad k \ge 4{,}75

Angka 4,754{,}75 tidak enak diingat, maka dibulatkan ke atas jadi sepuluh. Itulah asal pedoman beban sebaiknya paling sedikit sepuluh kali hambatan potensiometer, yang memberi kemelorotan 1412,4%\frac{1}{41} \approx 2{,}4\% — persis angka pada Gambar 4.

Dua kaki atau tiga kaki

Tekan tombol Reostat (2 kaki). Komponennya sama, tetapi kaki bawah dilepas sehingga beban tidak lagi paralel dengan apa pun — ia menjadi seri dengan sisa jalur.

Rangkaian mode reostat: kaki B potensiometer dilepas dan digambar putus-putus, belahan bawah kelabu karena tidak dialiri arus
Gambar 5. Pada mode reostat, kaki B dilepas dan belahan bawah tidak dialiri arus sama sekali.

Sekarang geser sadapan sampai mentok ke bawah dan perhatikan kartu tegangan. Pada sambungan tiga kaki angkanya 0,000 V0{,}000\ \text{V}. Pada reostat, angkanya berhenti di 0,370 V0{,}370\ \text{V} dan tidak mau turun lagi.

Sebabnya, keluaran reostat mengikuti

Vkeluar=VinRLRseri+RL V_{keluar} = V_{in}\,\frac{R_L}{R_{seri} + R_L}

yang tidak pernah nol selama RL>0R_L > 0, berapa pun besar hambatan serinya. Pembagi tiga kaki bisa nol karena sadapan yang menyentuh kaki bawah akan memintas beban ke kutub negatif — jalur pintas yang tidak dimiliki reostat.

Inilah alasan kenop volume dipasang sebagai pembagi tiga kaki. Kenop volume yang tidak bisa mendiamkan suara sepenuhnya bukan kenop volume yang baik.

Harga yang dibayar

Ada satu hal lagi yang jarang disebut. Pembagi tegangan menyerap daya bahkan ketika keluarannya nol, sebab jalurnya tetap terhubung dari kutub positif ke kutub negatif.

Naikkan sadapan ke sekitar 65%65\% pada praatur javalab, dan kartu daya berubah merah.

Kartu daya di potensiometer berwarna merah menunjukkan 694,4 miliwatt, melampaui peringkat 0,5 watt
Gambar 6. Pada sadapan 80%80\%, potensiometer menyerap 694,4 mW694{,}4\ \text{mW} — melampaui peringkat 0,5 W0{,}5\ \text{W} yang dipakai simulasi ini.

Karena P=Vin2/RpP = V_{in}^2 / R_p, memperbesar potensiometer seratus kali menurunkan daya diamnya seratus kali juga. Potensiometer 100 Ω100\ \Omega pada 5 V5\ \text{V} membuang 250 mW250\ \text{mW} sebelum apa pun terdengar; yang 10 kΩ10\ \text{k}\Omega hanya 2,5 mW2{,}5\ \text{mW}.

Jadi ada dua tuntutan yang tampak bertentangan. Kemelorotan menuntut potensiometer kecil dibanding beban, sedangkan penghematan daya menuntutnya besar. Keduanya baru bisa dipenuhi bersamaan kalau bebannya sendiri berhambatan tinggi — dan memang begitulah kenop volume dipakai: ia memberi umpan ke masukan penguat berhambatan ratusan kiloohm, bukan langsung ke pengeras suara 8 Ω8\ \Omega.

Rangkaian pada praatur javalab, yang menyambungkan potensiometer 100 Ω100\ \Omega langsung ke pengeras suara 8 Ω8\ \Omega, adalah contoh bagaimana tidak merancangnya.

Ringkasnya

  • Sadapan di tengah tidak memberi setengah tegangan, karena beban terpasang paralel dengan belahan bawah.
  • Kemelorotan paling parah tepat di tengah, dan simetris terhadap posisi itu.
  • Yang menentukan besarnya hanya perbandingan beban terhadap potensiometer, bukan nilai hambatannya.
  • Aturan “beban sepuluh kali” berasal dari syarat kemelorotan di bawah 5%5\%, bukan dari hafalan.
  • Hanya sambungan tiga kaki yang mampu memadamkan keluaran sampai nol.
  • Potensiometer kecil boros daya diam; itu sebabnya kenop volume nyata bernilai puluhan kiloohm.

Coba sendiri dengan menggeser sadapan langsung pada gambar rangkaiannya di simu.konsep.com/sim/potensiometer-pembagi-tegangan. Tersedia pula lembar kerja, landasan teori, dan kumpulan soal berpembahasan pada halaman yang sama.

Artikel Lainnya