554 Simulasi Tersedia

Jelajahi SimulasiInteraktif

Temukan simulasi sains untuk membantu memahami konsep sulit dengan cara yang menyenangkan

Coba Demo Gratis
SMA/MA/SMK
Menampilkan 112 dari 261 simulasi
...
Buka simulasi Potensiometer sebagai Pembagi Tegangan
Potensiometer sebagai Pembagi Tegangan
Subscriber
Fisika

Potensiometer sebagai Pembagi Tegangan

Geser sadapan potensiometer dan bandingkan tegangan keluaran yang sebenarnya dengan nilai idealnya. Karena beban terpasang paralel dengan belahan bawah, sadapan di tengah tidak memberi setengah tegangan sumber. Tersedia pula sambungan dua kaki (reostat) sebagai pembanding, arus tiap cabang, dan daya yang terbuang di potensiometer.

Buka simulasi Keyboard Akor dan Harmoni
Keyboard Akor dan Harmoni
Subscriber
Seni Musik

Keyboard Akor dan Harmoni

Pilih beberapa tuts, mainkan akor, amati gelombang penyusun dan superposisinya, lalu bandingkan intonasi murni dengan temperamen sama.

Buka simulasi Akor dan Pelayangan Bunyi
Akor dan Pelayangan Bunyi
Subscriber
FisikaSeni Musik

Akor dan Pelayangan Bunyi

Jelajahi hubungan rasio frekuensi, interval nada, intonasi murni, temperamen sama, superposisi gelombang, dan pelayangan bunyi melalui visualisasi serta audio interaktif.

Buka simulasi Spirograf Fraktal
Spirograf Fraktal
Subscriber
Matematika Tingkat Lanjut

Spirograf Fraktal

Susun dua sampai enam lingkaran bertingkat, atur perbandingan ukurannya, lalu jalankan animasi untuk mengamati jejak periodik yang dibentuk titik pada lingkaran terakhir.

Buka simulasi Koleksi Fraktal
Koleksi Fraktal
Subscriber
MatematikaMatematika Tingkat Lanjut

Koleksi Fraktal

Menu visual untuk memilih sembilan eksplorasi fraktal: pohon, Pythagoras, pakis, Koch, Sierpiński, kurva naga, Apollonian, L-System, dan spirograf.

Buka simulasi Sudut Istimewa dan Nilai Eksak Trigonometri
Sudut Istimewa dan Nilai Eksak Trigonometri
Subscriber
MatematikaMatematika Tingkat Lanjut

Sudut Istimewa dan Nilai Eksak Trigonometri

Lingkaran satuan yang titiknya hanya berhenti di enam belas sudut istimewa, dari 0° sampai 330°. Untuk tiap sudut tampil ukuran radian, nilai eksak sinus, kosinus, dan tangen dalam pecahan dan akar (bukan desimal), tanda per kuadran, serta nilai utama arctan yang dibatasi pada kuadran I dan IV lengkap dengan alasannya. Ruas kosinus dan sinus digambar pada segitiga siku-siku di dalam lingkaran, label derajat di dalam dan radian di luar.

Buka simulasi Tumbukan Bola Berat dan Bola Ringan
Tumbukan Bola Berat dan Bola Ringan
Subscriber
Fisika

Tumbukan Bola Berat dan Bola Ringan

Tiga skenario tumbukan satu dimensi dijalankan sejajar dengan rasio massa yang sama: bola ringan menabrak bola berat yang diam, bola berat menabrak bola ringan yang diam, dan keduanya saling mendekat. Atur rasio massa 1 sampai 100, laju awal, dan koefisien restitusi, lalu bandingkan laju pantul bola ringan yang mendekati e·v, (1+e)·v, dan (1+2e)·v. Ganti kerangka acuan ke bola berat atau pusat massa untuk melihat mengapa ketiganya sebenarnya satu peristiwa yang sama.

Buka simulasi Hukum Gas dalam Dua Tabung Suntik
Hukum Gas dalam Dua Tabung Suntik
Subscriber
FisikaIPA

Hukum Gas dalam Dua Tabung Suntik

Dua tabung suntik berisi gas berbagi satu suhu. Seret piston untuk mengubah volume, kunci piston salah satu tabung, ubah jumlah gasnya, lalu geser suhu bersama dan bandingkan: tabung berpiston bebas berubah volumenya, tabung berpiston terkunci berubah tekanannya. Tekanan dihitung dari PV = nRT, sementara partikel di dalamnya mengikuti hasil hitungan itu: jumlahnya dari n, lajunya dari akar suhu, dan tumbukannya pada piston naik-turun bersama tekanan.

Buka simulasi Susun Tabel Periodik
Susun Tabel Periodik
Subscriber
IPAKimia

Susun Tabel Periodik

Susun kembali tabel periodik: tarik kartu unsur ke posisinya. Tiga tingkat kesulitan sampai 118 kotak kosong, mode latihan dan uji, dengan waktu dan akurasi sebagai skor.

Buka simulasi Warna Cahaya dan Tapis
Warna Cahaya dan Tapis
Subscriber
IPAFisika

Warna Cahaya dan Tapis

Dua percobaan warna disatukan. Percobaan pertama memancarkan cahaya merah, hijau, dan biru dari tiga lampu yang intensitasnya dapat diatur sendiri-sendiri, lalu memperlihatkan warna yang tertangkap mata sebagai hasil penjumlahan ketiganya: merah bersama hijau memberi kuning, merah bersama biru memberi magenta, hijau bersama biru memberi sian, dan ketiganya sekaligus memberi putih. Percobaan kedua melewatkan cahaya melalui tapis. Sumbernya dapat dipilih putih atau satu warna dengan panjang gelombang yang dapat digeser, dan pita tapisnya pun dapat digeser. Foton digambar satu per satu dan yang tidak diteruskan benar-benar lenyap di bidang tapis, sehingga terlihat bahwa tapis bekerja dengan membuang cahaya, bukan menambahkan warna. Cacah foton yang diteruskan dan yang diserap ditampilkan berdampingan, sehingga keadaan seperti lampu hijau di balik tapis merah dapat dijelaskan dengan angka.

Buka simulasi Transpor Membran, Pasif dan Aktif
Transpor Membran, Pasif dan Aktif
Subscriber
Biologi

Transpor Membran, Pasif dan Aktif

Membran sel digambarkan sebagai lapisan lipid berslot yang dapat diisi protein pilihan sendiri, dan lima jenis zat dapat ditaburkan di sisi luar maupun sisi dalam. Oksigen dan karbon dioksida menembus lipid tanpa bantuan apa pun, sehingga tanpa satu protein pun keduanya akan menyeberang sampai jumlah kedua sisi seimbang. Natrium, kalium, dan glukosa tidak dapat menembus lipid sama sekali, dan tetap terkurung sampai protein yang cocok dipasang. Kanal bocor membukakan jalan bagi ion, tetapi arahnya tetap mengikuti kepekatan; pengangkut glukosa bekerja serupa dengan cara mengikat lalu berputar. Pompa natrium kalium berbeda sendiri: ia memindahkan tiga natrium keluar dan dua kalium masuk, keduanya melawan arah kepekatan, dan hanya bekerja bila muatan lengkap tersedia. Jumlah ATP yang terpakai dihitung, sehingga perbedaan antara transpor pasif yang gratis dan transpor aktif yang berbiaya terbaca sebagai angka. Tombol susunan seperti sel hidup menyiapkan keadaan awal dengan natrium banyak di luar dan kalium banyak di dalam.

Buka simulasi Seleksi Alam pada Populasi Kelinci
Seleksi Alam pada Populasi Kelinci
Subscriber
Biologi

Seleksi Alam pada Populasi Kelinci

Populasi kelinci dimulai dari delapan ekor bergenotipe seragam, lalu berkembang biak tiap generasi dengan pewarisan Mendel: tiap anak menerima satu alel acak dari masing-masing induk untuk tiga sifat, yaitu warna bulu, panjang telinga, dan panjang gigi. Tekanan seleksi dapat dinyalakan satu per satu sehingga pengaruhnya dapat dipisahkan. Serigala memilih mangsa yang paling mencolok terhadap latarnya, sehingga lingkungan rumput menguntungkan bulu cokelat dan lingkungan bersalju menguntungkan bulu putih; lingkungan itu dapat ditukar di tengah percobaan untuk melihat arah seleksi berbalik. Makanan yang terbatas menyingkirkan kelinci bergigi pendek lebih dulu. Tombol mutasi menyisipkan satu alel resesif pada seekor kelinci, dan karena sifatnya belum tampak pada pembawa pertama, murid dapat melihat sendiri bahwa alel resesif memerlukan beberapa generasi sebelum muncul. Selain jumlah tiap fenotipe, frekuensi tiap alel ditampilkan sebagai persen, sehingga evolusi terbaca sebagai perubahan angka, bukan sekadar perubahan gambar.

...

Mau Request Simulasi Baru?

Beritahu kami simulasi apa yang kamu butuhkan untuk belajar

Hubungi Kami