Aluminium: Dari Bauksit hingga Kaleng yang Didaur Ulang

Aluminium ringan dan mudah dibentuk, tetapi logamnya harus dipisahkan dari bijih. Kenali lapisan oksida pelindung dan alasan daur ulang menghemat energi.

Kaleng minuman dan rangka pesawat memakai unsur yang sama: aluminium, bersimbol Al dan bernomor atom 13. Logam ini paling melimpah di kerak Bumi, tetapi biasanya terikat dalam mineral.

Bauksit bukan aluminium murni. Bijih tersebut diolah menjadi alumina, Al₂O₃, sebelum elektrolisis menghasilkan logam aluminium. Massa jenis sekitar 2,70 g/cm³ membuatnya berguna ketika bobot perlu dikurangi.

Aluminium yang terkena udara membentuk lapisan oksida tipis yang memperlambat korosi lebih lanjut. Sifat ringan, mudah dibentuk, dan kemampuan menghantarkan panas serta listrik mendukung penggunaannya pada kemasan, kabel, bangunan, dan kendaraan.

Daur ulang mempertahankan nilai logam yang sudah diproduksi. Kebutuhan energinya dapat sekitar 95 persen lebih rendah daripada produksi primer dari bijih, sehingga kaleng bekas menjadi bahan baku berharga.

Pelajari Lebih Lanjut

Video Lain

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida1:41
Unsur

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida

Wolfram dikenal juga sebagai tungsten. Titik leleh logamnya sangat tinggi, sedangkan senyawa karbidanya membantu membentuk perkakas yang keras.

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi1:43
Unsur

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi

Lapisan oksida tantalum membantu membuat kapasitor yang ringkas. Sifat logam dan oksidanya bekerja bersama dalam komponen tersebut.

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip1:39
Unsur

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip

Hafnium menyerap neutron, sedangkan oksidanya dapat menjadi lapisan isolator pada transistor. Dua fungsi itu berasal dari bentuk bahan yang berbeda.

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan1:41
Unsur

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan

Lutesium memiliki kegunaan pada material katalis. Pasangan isotop lutesium dan hafnium juga membantu menelusuri sejarah batuan.

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya1:39
Unsur

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya

Iterbium menjadi bagian material laser dan penelitian optik. Kisahnya berawal dari pemisahan unsur-unsur yang memiliki sifat sangat mirip.

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus1:39
Unsur

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus

Tulium memiliki kegunaan dalam material laser dan sumber radiasi tertentu. Isotop serta bentuk materialnya menentukan cara kerja masing-masing perangkat.

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik1:39
Unsur

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik

Ion erbium di dalam kaca dapat membantu memperkuat sinyal cahaya. Material yang sama juga dikenal melalui warna merah muda pada kaca tertentu.

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang1:39
Unsur

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang

Pola serapan holmium membantu memeriksa ketepatan alat optik. Standar pengukuran ini berbeda dari logam holmium yang tampak keperakan.