Aluminium: Dari Bauksit hingga Kaleng yang Didaur Ulang
Aluminium ringan dan mudah dibentuk, tetapi logamnya harus dipisahkan dari bijih. Kenali lapisan oksida pelindung dan alasan daur ulang menghemat energi.
Kaleng minuman dan rangka pesawat memakai unsur yang sama: aluminium, bersimbol Al dan bernomor atom 13. Logam ini paling melimpah di kerak Bumi, tetapi biasanya terikat dalam mineral.
Bauksit bukan aluminium murni. Bijih tersebut diolah menjadi alumina, Al₂O₃, sebelum elektrolisis menghasilkan logam aluminium. Massa jenis sekitar 2,70 g/cm³ membuatnya berguna ketika bobot perlu dikurangi.
Aluminium yang terkena udara membentuk lapisan oksida tipis yang memperlambat korosi lebih lanjut. Sifat ringan, mudah dibentuk, dan kemampuan menghantarkan panas serta listrik mendukung penggunaannya pada kemasan, kabel, bangunan, dan kendaraan.
Daur ulang mempertahankan nilai logam yang sudah diproduksi. Kebutuhan energinya dapat sekitar 95 persen lebih rendah daripada produksi primer dari bijih, sehingga kaleng bekas menjadi bahan baku berharga.