Antimon: Dari Manik Kuno hingga Memori Berukuran Nano

Antimon pernah membantu percetakan dan kini diteliti untuk memori perubahan fase. Bentuk logam, sulfida, oksida, dan film nanonya memiliki fungsi berbeda.

Antimon bersimbol Sb dan bernomor atom 51. Semilogam keperakan ini keras tetapi rapuh. Temuan manik dari milenium ketiga sebelum Masehi menunjukkan bahwa manusia telah mengolah bahan kaya antimon sejak lama.

Dalam kosmetik mata kuno, yang digunakan antara lain stibnit, Sb₂S₃, bersama bahan berbasis timbal. Riwayat penggunaan tersebut tidak menunjukkan keamanan produk untuk mata masa kini.

Antimon mengeraskan paduan timbal untuk huruf cetak, biasanya bersama timah. Antimon trioksida, Sb₂O₃, bekerja sebagai bahan sinergis pada formulasi penghambat api tertentu; fungsi itu milik senyawanya.

Pada skala nanometer, film antimon elemental yang dikungkung dapat berpindah antara keadaan amorf dan kristalin. Penelitian memori perubahan fase ini bergantung pada ukuran dan kondisi perangkat, bukan sifat yang langsung dimiliki setiap bongkah antimon.

Pelajari Lebih Lanjut

Video Lain

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida1:41
Unsur

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida

Wolfram dikenal juga sebagai tungsten. Titik leleh logamnya sangat tinggi, sedangkan senyawa karbidanya membantu membentuk perkakas yang keras.

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi1:43
Unsur

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi

Lapisan oksida tantalum membantu membuat kapasitor yang ringkas. Sifat logam dan oksidanya bekerja bersama dalam komponen tersebut.

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip1:39
Unsur

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip

Hafnium menyerap neutron, sedangkan oksidanya dapat menjadi lapisan isolator pada transistor. Dua fungsi itu berasal dari bentuk bahan yang berbeda.

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan1:41
Unsur

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan

Lutesium memiliki kegunaan pada material katalis. Pasangan isotop lutesium dan hafnium juga membantu menelusuri sejarah batuan.

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya1:39
Unsur

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya

Iterbium menjadi bagian material laser dan penelitian optik. Kisahnya berawal dari pemisahan unsur-unsur yang memiliki sifat sangat mirip.

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus1:39
Unsur

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus

Tulium memiliki kegunaan dalam material laser dan sumber radiasi tertentu. Isotop serta bentuk materialnya menentukan cara kerja masing-masing perangkat.

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik1:39
Unsur

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik

Ion erbium di dalam kaca dapat membantu memperkuat sinyal cahaya. Material yang sama juga dikenal melalui warna merah muda pada kaca tertentu.

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang1:39
Unsur

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang

Pola serapan holmium membantu memeriksa ketepatan alat optik. Standar pengukuran ini berbeda dari logam holmium yang tampak keperakan.