Antimon: Dari Manik Kuno hingga Memori Berukuran Nano
Antimon pernah membantu percetakan dan kini diteliti untuk memori perubahan fase. Bentuk logam, sulfida, oksida, dan film nanonya memiliki fungsi berbeda.
Antimon bersimbol Sb dan bernomor atom 51. Semilogam keperakan ini keras tetapi rapuh. Temuan manik dari milenium ketiga sebelum Masehi menunjukkan bahwa manusia telah mengolah bahan kaya antimon sejak lama.
Dalam kosmetik mata kuno, yang digunakan antara lain stibnit, Sb₂S₃, bersama bahan berbasis timbal. Riwayat penggunaan tersebut tidak menunjukkan keamanan produk untuk mata masa kini.
Antimon mengeraskan paduan timbal untuk huruf cetak, biasanya bersama timah. Antimon trioksida, Sb₂O₃, bekerja sebagai bahan sinergis pada formulasi penghambat api tertentu; fungsi itu milik senyawanya.
Pada skala nanometer, film antimon elemental yang dikungkung dapat berpindah antara keadaan amorf dan kristalin. Penelitian memori perubahan fase ini bergantung pada ukuran dan kondisi perangkat, bukan sifat yang langsung dimiliki setiap bongkah antimon.