Arsen: Metaloid, Semikonduktor, dan Risiko Air Tanah

Arsen elemental berbeda dari mineral dan senyawa arsenik. Kenali sublimasi, pemanfaatan GaAs, serta alasan air jernih tetap perlu diuji.

Arsen bersimbol As dan bernomor atom 33. Unsur ini umumnya digolongkan sebagai metaloid. Arsen abu-abu tampak metalik, tetapi rapuh dan bukan logam ulet seperti tembaga.

Pada tekanan atmosfer, arsen cenderung menyublim sebelum membentuk cairan. Pelelehan dapat terjadi jika tekanannya cukup tinggi. Kondisi tekanan menjadi bagian penting saat menjelaskan perubahan fasenya.

Di alam, arsen lebih sering terikat dalam mineral seperti arsenopirit. Pada kondisi geologi tertentu, arsen anorganik dapat berpindah dari batuan ke air tanah. Paparan tinggi dalam waktu lama berbahaya; kejernihan air tidak menunjukkan kadar arsen.

Senyawa galium arsenida, GaAs, digunakan pada optoelektronik, perangkat berkecepatan tinggi, dan sel surya tertentu. Bahan ini berbeda dari arsen elemental. Pemanfaatan industri harus disertai pengendalian paparan serta pengelolaan limbah.

Pelajari Lebih Lanjut

Video Lain

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida1:41
Unsur

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida

Wolfram dikenal juga sebagai tungsten. Titik leleh logamnya sangat tinggi, sedangkan senyawa karbidanya membantu membentuk perkakas yang keras.

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi1:43
Unsur

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi

Lapisan oksida tantalum membantu membuat kapasitor yang ringkas. Sifat logam dan oksidanya bekerja bersama dalam komponen tersebut.

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip1:39
Unsur

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip

Hafnium menyerap neutron, sedangkan oksidanya dapat menjadi lapisan isolator pada transistor. Dua fungsi itu berasal dari bentuk bahan yang berbeda.

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan1:41
Unsur

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan

Lutesium memiliki kegunaan pada material katalis. Pasangan isotop lutesium dan hafnium juga membantu menelusuri sejarah batuan.

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya1:39
Unsur

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya

Iterbium menjadi bagian material laser dan penelitian optik. Kisahnya berawal dari pemisahan unsur-unsur yang memiliki sifat sangat mirip.

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus1:39
Unsur

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus

Tulium memiliki kegunaan dalam material laser dan sumber radiasi tertentu. Isotop serta bentuk materialnya menentukan cara kerja masing-masing perangkat.

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik1:39
Unsur

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik

Ion erbium di dalam kaca dapat membantu memperkuat sinyal cahaya. Material yang sama juga dikenal melalui warna merah muda pada kaca tertentu.

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang1:39
Unsur

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang

Pola serapan holmium membantu memeriksa ketepatan alat optik. Standar pengukuran ini berbeda dari logam holmium yang tampak keperakan.