Iodin: Dari Uap Ungu hingga Pendorong Ion Satelit

Iodin bukan hanya cairan antiseptik. Bentuk elemental, iodida, senyawa organik, dan ionnya bekerja dengan cara berbeda.

Iodin bersimbol I dan bernomor atom 53. Bernard Courtois menemukannya pada 1811 saat mengolah bahan dari abu rumput laut. Uap ungunya menjadi petunjuk penting untuk mengenali unsur baru itu.

Iodin elemental, I₂, berupa kristal gelap mengilap pada suhu ruang. Ia dapat menyublim, tetapi juga memiliki fase cair; pernyataan bahwa iodin selalu langsung menjadi gas mengabaikan kondisi suhu dan tekanan.

Tiroid menggunakan iodida sebagai bahan pembentuk hormon. Garam beriodium dapat mengandung kalium iodida atau kalium iodat, sedangkan bahan kontras sinar-X mengandung senyawa organoiodin stabil. Ketiganya berbeda dari penggunaan I₂ sebagai antiseptik.

Iodin juga telah diuji sebagai propelan pada satelit kecil di orbit. Bahan padat diuapkan, diionisasi, kemudian dipercepat secara listrik. Dorongannya kecil dan bekerja untuk manuver wahana, bukan sebagai roket peluncur dari permukaan Bumi.

Pelajari Lebih Lanjut

Video Lain

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida1:41
Unsur

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida

Wolfram dikenal juga sebagai tungsten. Titik leleh logamnya sangat tinggi, sedangkan senyawa karbidanya membantu membentuk perkakas yang keras.

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi1:43
Unsur

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi

Lapisan oksida tantalum membantu membuat kapasitor yang ringkas. Sifat logam dan oksidanya bekerja bersama dalam komponen tersebut.

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip1:39
Unsur

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip

Hafnium menyerap neutron, sedangkan oksidanya dapat menjadi lapisan isolator pada transistor. Dua fungsi itu berasal dari bentuk bahan yang berbeda.

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan1:41
Unsur

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan

Lutesium memiliki kegunaan pada material katalis. Pasangan isotop lutesium dan hafnium juga membantu menelusuri sejarah batuan.

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya1:39
Unsur

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya

Iterbium menjadi bagian material laser dan penelitian optik. Kisahnya berawal dari pemisahan unsur-unsur yang memiliki sifat sangat mirip.

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus1:39
Unsur

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus

Tulium memiliki kegunaan dalam material laser dan sumber radiasi tertentu. Isotop serta bentuk materialnya menentukan cara kerja masing-masing perangkat.

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik1:39
Unsur

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik

Ion erbium di dalam kaca dapat membantu memperkuat sinyal cahaya. Material yang sama juga dikenal melalui warna merah muda pada kaca tertentu.

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang1:39
Unsur

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang

Pola serapan holmium membantu memeriksa ketepatan alat optik. Standar pengukuran ini berbeda dari logam holmium yang tampak keperakan.