Kadmium: Pigmen, Neutron, dan Pentingnya Pengendalian Paparan

Kadmium menunjukkan mengapa logam, senyawa, dan produk jadi harus dibedakan. Manfaat teknisnya selalu disertai pengendalian bahan beracun.

Kadmium bersimbol Cd dan bernomor atom 48. Stromeyer menemukannya pada 1817 saat menyelidiki perubahan warna bahan seng oksida. Logam putih kebiruan ini bersifat toksik dan sampelnya perlu ditangani secara profesional.

Pigmen kuning hingga merah berasal dari senyawa kadmium sulfida, selenida, atau campurannya. Warna tersebut bukan warna logam kadmium. Isotop kadmium-113 juga kuat menyerap neutron sehingga berguna dalam material kendali tertentu.

Paparan kadmium dapat merusak ginjal dan tulang. Daun tembakau mengakumulasinya dari tanah; merokok menambah beban kadmium tubuh. Riwayat Itai-itai memperlihatkan hubungan pencemaran, paparan kronis, dan faktor kerentanan manusia.

Pada modul surya CdTe, bahan aktifnya berupa senyawa kadmium telurida. Teknologi daur ulang tertentu dapat memulihkan sebagian besar material modul, tetapi kemampuan pemulihan berbeda dari tingkat pengumpulan yang benar-benar tercapai.

Pelajari Lebih Lanjut

Video Lain

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida1:41
Unsur

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida

Wolfram dikenal juga sebagai tungsten. Titik leleh logamnya sangat tinggi, sedangkan senyawa karbidanya membantu membentuk perkakas yang keras.

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi1:43
Unsur

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi

Lapisan oksida tantalum membantu membuat kapasitor yang ringkas. Sifat logam dan oksidanya bekerja bersama dalam komponen tersebut.

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip1:39
Unsur

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip

Hafnium menyerap neutron, sedangkan oksidanya dapat menjadi lapisan isolator pada transistor. Dua fungsi itu berasal dari bentuk bahan yang berbeda.

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan1:41
Unsur

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan

Lutesium memiliki kegunaan pada material katalis. Pasangan isotop lutesium dan hafnium juga membantu menelusuri sejarah batuan.

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya1:39
Unsur

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya

Iterbium menjadi bagian material laser dan penelitian optik. Kisahnya berawal dari pemisahan unsur-unsur yang memiliki sifat sangat mirip.

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus1:39
Unsur

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus

Tulium memiliki kegunaan dalam material laser dan sumber radiasi tertentu. Isotop serta bentuk materialnya menentukan cara kerja masing-masing perangkat.

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik1:39
Unsur

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik

Ion erbium di dalam kaca dapat membantu memperkuat sinyal cahaya. Material yang sama juga dikenal melalui warna merah muda pada kaca tertentu.

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang1:39
Unsur

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang

Pola serapan holmium membantu memeriksa ketepatan alat optik. Standar pengukuran ini berbeda dari logam holmium yang tampak keperakan.