Kobalt: Biru Keramik, Vitamin B₁₂, dan Paduan Turbin

Logam kobalt, senyawa pewarna, kobalt dalam vitamin B₁₂, dan isotop Co-60 mempunyai peran berbeda. Tidak semua baterai litium-ion memakainya.

Kobalt bersimbol Co dan bernomor atom 27. Namanya berasal dari kobold, sebutan Jerman yang berkaitan dengan kisah penambang. Georg Brandt membuktikan keberadaan logam berbeda dan menerbitkan hasilnya pada 1739.

Senyawa kobalt telah memberi warna biru pada kaca dan keramik jauh sebelum unsurnya dikenali. Di dalam vitamin B₁₂, kobalt menjadi bagian struktur molekul; peran ini tidak berarti tubuh memerlukan potongan logam kobalt.

Pada paduan khusus, kobalt membantu mempertahankan sifat material pada suhu tinggi, misalnya pada komponen turbin gas dan mesin jet. Sebagian bahan katoda baterai litium-ion juga mengandung kobalt, tetapi banyak komposisi lain tidak memakainya.

Kobalt-60 mempunyai kegunaan sebagai sumber radiasi untuk radioterapi dan sterilisasi dalam sistem yang terlindung serta terkendali. Isotop radioaktif ini perlu dibedakan dari bentuk kobalt pada paduan dan vitamin.

Pelajari Lebih Lanjut

Video Lain

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida1:41
Unsur

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida

Wolfram dikenal juga sebagai tungsten. Titik leleh logamnya sangat tinggi, sedangkan senyawa karbidanya membantu membentuk perkakas yang keras.

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi1:43
Unsur

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi

Lapisan oksida tantalum membantu membuat kapasitor yang ringkas. Sifat logam dan oksidanya bekerja bersama dalam komponen tersebut.

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip1:39
Unsur

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip

Hafnium menyerap neutron, sedangkan oksidanya dapat menjadi lapisan isolator pada transistor. Dua fungsi itu berasal dari bentuk bahan yang berbeda.

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan1:41
Unsur

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan

Lutesium memiliki kegunaan pada material katalis. Pasangan isotop lutesium dan hafnium juga membantu menelusuri sejarah batuan.

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya1:39
Unsur

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya

Iterbium menjadi bagian material laser dan penelitian optik. Kisahnya berawal dari pemisahan unsur-unsur yang memiliki sifat sangat mirip.

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus1:39
Unsur

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus

Tulium memiliki kegunaan dalam material laser dan sumber radiasi tertentu. Isotop serta bentuk materialnya menentukan cara kerja masing-masing perangkat.

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik1:39
Unsur

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik

Ion erbium di dalam kaca dapat membantu memperkuat sinyal cahaya. Material yang sama juga dikenal melalui warna merah muda pada kaca tertentu.

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang1:39
Unsur

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang

Pola serapan holmium membantu memeriksa ketepatan alat optik. Standar pengukuran ini berbeda dari logam holmium yang tampak keperakan.