Kripton: Gas Langka yang Pernah Menjadi Acuan Satu Meter

Kripton bukan hanya nama dalam cerita. Gas mulia Kr hadir sangat sedikit di udara, dipakai dalam lampu, dan pernah membantu mendefinisikan meter.

Di dunia nyata, kripton adalah unsur gas mulia bernomor atom 36 dengan simbol Kr. Namanya berasal dari kryptos, yang berarti tersembunyi. Ramsay dan Travers menemukannya pada 1898 melalui pemisahan udara cair.

Kadarnya dalam atmosfer hanya sekitar satu bagian per sejuta berdasarkan volume. Penyulingan udara yang dicairkan memungkinkan gas yang sangat encer ini dipisahkan.

Kripton digunakan sebagai gas pengisi pada lampu tertentu, termasuk lampu kilat berkecepatan tinggi. Meskipun sukar bereaksi pada keadaan biasa, kripton dapat membentuk senyawa seperti KrF₂ dalam kondisi khusus.

Antara 1960 dan 1983, panjang gelombang cahaya dari isotop kripton-86 digunakan dalam definisi meter. Acuan tersebut kemudian digantikan oleh definisi berdasarkan jarak yang ditempuh cahaya dalam selang waktu tertentu.

Pelajari Lebih Lanjut

Video Lain

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida1:41
Unsur

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida

Wolfram dikenal juga sebagai tungsten. Titik leleh logamnya sangat tinggi, sedangkan senyawa karbidanya membantu membentuk perkakas yang keras.

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi1:43
Unsur

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi

Lapisan oksida tantalum membantu membuat kapasitor yang ringkas. Sifat logam dan oksidanya bekerja bersama dalam komponen tersebut.

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip1:39
Unsur

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip

Hafnium menyerap neutron, sedangkan oksidanya dapat menjadi lapisan isolator pada transistor. Dua fungsi itu berasal dari bentuk bahan yang berbeda.

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan1:41
Unsur

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan

Lutesium memiliki kegunaan pada material katalis. Pasangan isotop lutesium dan hafnium juga membantu menelusuri sejarah batuan.

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya1:39
Unsur

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya

Iterbium menjadi bagian material laser dan penelitian optik. Kisahnya berawal dari pemisahan unsur-unsur yang memiliki sifat sangat mirip.

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus1:39
Unsur

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus

Tulium memiliki kegunaan dalam material laser dan sumber radiasi tertentu. Isotop serta bentuk materialnya menentukan cara kerja masing-masing perangkat.

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik1:39
Unsur

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik

Ion erbium di dalam kaca dapat membantu memperkuat sinyal cahaya. Material yang sama juga dikenal melalui warna merah muda pada kaca tertentu.

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang1:39
Unsur

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang

Pola serapan holmium membantu memeriksa ketepatan alat optik. Standar pengukuran ini berbeda dari logam holmium yang tampak keperakan.