Nikel: Paduan Tahan Korosi, Baterai, dan Sifat Magnetik

Nikel hadir dalam baja nirkarat dan material elektrode baterai. Bentuk paduan serta senyawanya berbeda dari logam nikel murni.

Nikel digunakan jauh melampaui koin. Unsur Ni bernomor atom 28 merupakan logam putih keperakan yang keras. Pada kondisi acuan, massa jenisnya sekitar 8,90 g/cm³ dan titik lelehnya sekitar 1.455°C.

Banyak nikel digunakan pada baja nirkarat dan paduan khusus untuk membantu kinerja material serta ketahanan korosi. Baja nirkarat tetap merupakan paduan berbasis besi, dengan kadar nikel yang dapat berbeda antarjenis.

Pada baterai NiMH maupun bahan katoda NMC dan NCA, nikel berada dalam senyawa atau material elektrode. Hal itu berbeda dari menyimpan bongkahan nikel bebas di dalam baterai.

Nikel murni bersifat feromagnetik pada suhu kamar. Pemanasan melewati suhu Curie menghilangkan keteraturan magnetiknya. Nikel dari skrap baja serta paduan juga dapat dipulihkan agar tetap berada dalam siklus pemakaian material.

Pelajari Lebih Lanjut

Video Lain

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida1:41
Unsur

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida

Wolfram dikenal juga sebagai tungsten. Titik leleh logamnya sangat tinggi, sedangkan senyawa karbidanya membantu membentuk perkakas yang keras.

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi1:43
Unsur

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi

Lapisan oksida tantalum membantu membuat kapasitor yang ringkas. Sifat logam dan oksidanya bekerja bersama dalam komponen tersebut.

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip1:39
Unsur

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip

Hafnium menyerap neutron, sedangkan oksidanya dapat menjadi lapisan isolator pada transistor. Dua fungsi itu berasal dari bentuk bahan yang berbeda.

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan1:41
Unsur

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan

Lutesium memiliki kegunaan pada material katalis. Pasangan isotop lutesium dan hafnium juga membantu menelusuri sejarah batuan.

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya1:39
Unsur

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya

Iterbium menjadi bagian material laser dan penelitian optik. Kisahnya berawal dari pemisahan unsur-unsur yang memiliki sifat sangat mirip.

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus1:39
Unsur

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus

Tulium memiliki kegunaan dalam material laser dan sumber radiasi tertentu. Isotop serta bentuk materialnya menentukan cara kerja masing-masing perangkat.

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik1:39
Unsur

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik

Ion erbium di dalam kaca dapat membantu memperkuat sinyal cahaya. Material yang sama juga dikenal melalui warna merah muda pada kaca tertentu.

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang1:39
Unsur

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang

Pola serapan holmium membantu memeriksa ketepatan alat optik. Standar pengukuran ini berbeda dari logam holmium yang tampak keperakan.