Rubidium: Dari Garis Merah Spektrum hingga Atom Ultradingin

Rubidium dikenal melalui spektrum, penanggalan batuan, jam atom, dan kondensat Bose–Einstein. Logamnya sendiri sangat reaktif.

Rubidium bersimbol Rb dan bernomor atom 37. Logam lunak keperakan ini sangat reaktif, dengan titik leleh sekitar 39,30°C. Penanganannya memerlukan perlindungan terhadap udara dan kelembapan.

Bunsen dan Kirchhoff mengenalinya melalui dua garis spektrum merah-rubi pada 1861. Nama rubidium mengingatkan pada warna tersebut. Unsurnya tidak ditemukan bebas di alam, melainkan terikat dalam mineral seperti lepidolit.

Isotop rubidium-87 meluruh sangat lambat menjadi stronsium-87. Perbandingan isotop dalam mineral dapat dipakai dalam penanggalan batuan, sedangkan transisi hiperhalus rubidium-87 menjadi acuan pada jam atom tertentu.

Pada 1995, atom rubidium yang didinginkan hingga mendekati nol mutlak digunakan untuk menghasilkan kondensat Bose–Einstein pada gas encer. Banyak atom menempati keadaan kuantum bersama, membuka cara baru meneliti perilaku materi.

Pelajari Lebih Lanjut

Video Lain

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida1:41
Unsur

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida

Wolfram dikenal juga sebagai tungsten. Titik leleh logamnya sangat tinggi, sedangkan senyawa karbidanya membantu membentuk perkakas yang keras.

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi1:43
Unsur

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi

Lapisan oksida tantalum membantu membuat kapasitor yang ringkas. Sifat logam dan oksidanya bekerja bersama dalam komponen tersebut.

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip1:39
Unsur

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip

Hafnium menyerap neutron, sedangkan oksidanya dapat menjadi lapisan isolator pada transistor. Dua fungsi itu berasal dari bentuk bahan yang berbeda.

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan1:41
Unsur

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan

Lutesium memiliki kegunaan pada material katalis. Pasangan isotop lutesium dan hafnium juga membantu menelusuri sejarah batuan.

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya1:39
Unsur

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya

Iterbium menjadi bagian material laser dan penelitian optik. Kisahnya berawal dari pemisahan unsur-unsur yang memiliki sifat sangat mirip.

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus1:39
Unsur

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus

Tulium memiliki kegunaan dalam material laser dan sumber radiasi tertentu. Isotop serta bentuk materialnya menentukan cara kerja masing-masing perangkat.

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik1:39
Unsur

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik

Ion erbium di dalam kaca dapat membantu memperkuat sinyal cahaya. Material yang sama juga dikenal melalui warna merah muda pada kaca tertentu.

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang1:39
Unsur

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang

Pola serapan holmium membantu memeriksa ketepatan alat optik. Standar pengukuran ini berbeda dari logam holmium yang tampak keperakan.