Samarium: Magnet yang Bekerja saat Suhu Meningkat

Magnet samarium-kobalt membantu perangkat yang membutuhkan kestabilan pada suhu tinggi. Sifat itu berasal dari paduan dan rancangannya.

Magnet tidak selalu mempertahankan kinerjanya ketika suhu naik. Paduan samarium-kobalt menjadi salah satu pilihan ketika ketahanan terhadap panas dan perubahan kemagnetan menjadi pertimbangan penting.

Samarium bersimbol Sm dan bernomor atom 62. Lecoq de Boisbaudran mengidentifikasinya pada 1879; namanya berhubungan dengan mineral samarskit. Samarium juga diperoleh dari mineral tanah jarang seperti monasit dan bastnasit.

Magnet yang dibahas adalah material samarium-kobalt, bukan sebongkah samarium murni. Susunan kristal, komposisi, dan proses pembuatannya menentukan sifat magnet yang akhirnya digunakan pada motor atau perangkat khusus.

Samarium juga dapat menyerap neutron sehingga memiliki kegunaan dalam teknologi nuklir. Kegunaan magnetik dan nuklir tersebut berasal dari sifat berbeda; keduanya tidak berarti semua benda yang mengandung samarium bekerja dengan cara yang sama.

Pelajari Lebih Lanjut

Video Lain

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida1:41
Unsur

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida

Wolfram dikenal juga sebagai tungsten. Titik leleh logamnya sangat tinggi, sedangkan senyawa karbidanya membantu membentuk perkakas yang keras.

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi1:43
Unsur

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi

Lapisan oksida tantalum membantu membuat kapasitor yang ringkas. Sifat logam dan oksidanya bekerja bersama dalam komponen tersebut.

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip1:39
Unsur

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip

Hafnium menyerap neutron, sedangkan oksidanya dapat menjadi lapisan isolator pada transistor. Dua fungsi itu berasal dari bentuk bahan yang berbeda.

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan1:41
Unsur

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan

Lutesium memiliki kegunaan pada material katalis. Pasangan isotop lutesium dan hafnium juga membantu menelusuri sejarah batuan.

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya1:39
Unsur

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya

Iterbium menjadi bagian material laser dan penelitian optik. Kisahnya berawal dari pemisahan unsur-unsur yang memiliki sifat sangat mirip.

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus1:39
Unsur

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus

Tulium memiliki kegunaan dalam material laser dan sumber radiasi tertentu. Isotop serta bentuk materialnya menentukan cara kerja masing-masing perangkat.

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik1:39
Unsur

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik

Ion erbium di dalam kaca dapat membantu memperkuat sinyal cahaya. Material yang sama juga dikenal melalui warna merah muda pada kaca tertentu.

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang1:39
Unsur

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang

Pola serapan holmium membantu memeriksa ketepatan alat optik. Standar pengukuran ini berbeda dari logam holmium yang tampak keperakan.