Samarium: Magnet yang Bekerja saat Suhu Meningkat
Magnet samarium-kobalt membantu perangkat yang membutuhkan kestabilan pada suhu tinggi. Sifat itu berasal dari paduan dan rancangannya.
Magnet tidak selalu mempertahankan kinerjanya ketika suhu naik. Paduan samarium-kobalt menjadi salah satu pilihan ketika ketahanan terhadap panas dan perubahan kemagnetan menjadi pertimbangan penting.
Samarium bersimbol Sm dan bernomor atom 62. Lecoq de Boisbaudran mengidentifikasinya pada 1879; namanya berhubungan dengan mineral samarskit. Samarium juga diperoleh dari mineral tanah jarang seperti monasit dan bastnasit.
Magnet yang dibahas adalah material samarium-kobalt, bukan sebongkah samarium murni. Susunan kristal, komposisi, dan proses pembuatannya menentukan sifat magnet yang akhirnya digunakan pada motor atau perangkat khusus.
Samarium juga dapat menyerap neutron sehingga memiliki kegunaan dalam teknologi nuklir. Kegunaan magnetik dan nuklir tersebut berasal dari sifat berbeda; keduanya tidak berarti semua benda yang mengandung samarium bekerja dengan cara yang sama.