Selenium: Peka Cahaya dan Penting dalam Jumlah Kecil

Selenium menghubungkan fotokonduktivitas dengan fungsi selenoprotein. Unsur yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil ini juga dapat berbahaya bila berlebihan.

Selenium bersimbol Se dan bernomor atom 34. Namanya berasal dari Selene, sebutan Yunani untuk Bulan, setelah Berzelius mengenalinya pada 1817.

Selenium mempunyai beberapa alotrop, termasuk bentuk merah, hitam, dan abu-abu. Cahaya dapat meningkatkan konduktivitas listriknya, sehingga bahan ini pernah berperan penting dalam fotosel dan teknologi yang mendeteksi cahaya.

Dalam tubuh, selenium merupakan bagian selenoprotein yang mendukung berbagai proses, termasuk sistem antioksidan dan metabolisme hormon tiroid. Peran tersebut tidak dijalankan oleh bongkahan selenium elemental. Kebutuhan kecil juga tidak berarti asupan berlebihan aman.

Sebagian besar selenium dipulihkan dari residu pemurnian tembaga. Dari jalur itu, selenium digunakan pada kaca, elektronik, serta bahan sel surya lapis tipis tertentu. Sifatnya menghubungkan sumber daya mineral, cahaya, dan kehidupan.

Pelajari Lebih Lanjut

Video Lain

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida1:41
Unsur

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida

Wolfram dikenal juga sebagai tungsten. Titik leleh logamnya sangat tinggi, sedangkan senyawa karbidanya membantu membentuk perkakas yang keras.

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi1:43
Unsur

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi

Lapisan oksida tantalum membantu membuat kapasitor yang ringkas. Sifat logam dan oksidanya bekerja bersama dalam komponen tersebut.

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip1:39
Unsur

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip

Hafnium menyerap neutron, sedangkan oksidanya dapat menjadi lapisan isolator pada transistor. Dua fungsi itu berasal dari bentuk bahan yang berbeda.

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan1:41
Unsur

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan

Lutesium memiliki kegunaan pada material katalis. Pasangan isotop lutesium dan hafnium juga membantu menelusuri sejarah batuan.

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya1:39
Unsur

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya

Iterbium menjadi bagian material laser dan penelitian optik. Kisahnya berawal dari pemisahan unsur-unsur yang memiliki sifat sangat mirip.

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus1:39
Unsur

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus

Tulium memiliki kegunaan dalam material laser dan sumber radiasi tertentu. Isotop serta bentuk materialnya menentukan cara kerja masing-masing perangkat.

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik1:39
Unsur

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik

Ion erbium di dalam kaca dapat membantu memperkuat sinyal cahaya. Material yang sama juga dikenal melalui warna merah muda pada kaca tertentu.

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang1:39
Unsur

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang

Pola serapan holmium membantu memeriksa ketepatan alat optik. Standar pengukuran ini berbeda dari logam holmium yang tampak keperakan.