Skandium: Tersebar dalam Mineral, Berharga dalam Paduan

Skandium hadir dalam banyak mineral, tetapi sulit diperoleh dalam kadar tinggi. Paduan Al–Sc, lampu khusus, dan pelacak radioaktif memanfaatkan bentuk yang berbeda.

Skandium bukan unsur yang hanya ada di satu tempat. Unsur Sc bernomor atom 21 tersebar dalam jumlah kecil pada banyak mineral, tetapi jarang terkumpul dalam endapan berkadar tinggi yang mudah dipisahkan.

Namanya berasal dari Scandia, sebutan Latin untuk Skandinavia. Lars Fredrik Nilson menemukannya pada 1879. Sebaran yang luas namun encer menjadi salah satu tantangan pemisahan dan produksinya.

Sebagai tambahan pada aluminium, skandium dapat memperbaiki sifat paduan untuk aplikasi yang memerlukan material ringan dan kuat. Skandium iodida, ScI₃, merupakan senyawa berbeda yang dipakai pada lampu halida-logam tertentu untuk menghasilkan cahaya menyerupai siang.

Isotop skandium-46 mempunyai kegunaan lain sebagai pelacak radioaktif dalam pekerjaan industri, termasuk pemantauan aliran dan pencarian kebocoran. Penggunaan tersebut memerlukan pengendalian serta keselamatan radiasi.

Pelajari Lebih Lanjut

Video Lain

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida1:41
Unsur

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida

Wolfram dikenal juga sebagai tungsten. Titik leleh logamnya sangat tinggi, sedangkan senyawa karbidanya membantu membentuk perkakas yang keras.

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi1:43
Unsur

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi

Lapisan oksida tantalum membantu membuat kapasitor yang ringkas. Sifat logam dan oksidanya bekerja bersama dalam komponen tersebut.

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip1:39
Unsur

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip

Hafnium menyerap neutron, sedangkan oksidanya dapat menjadi lapisan isolator pada transistor. Dua fungsi itu berasal dari bentuk bahan yang berbeda.

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan1:41
Unsur

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan

Lutesium memiliki kegunaan pada material katalis. Pasangan isotop lutesium dan hafnium juga membantu menelusuri sejarah batuan.

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya1:39
Unsur

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya

Iterbium menjadi bagian material laser dan penelitian optik. Kisahnya berawal dari pemisahan unsur-unsur yang memiliki sifat sangat mirip.

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus1:39
Unsur

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus

Tulium memiliki kegunaan dalam material laser dan sumber radiasi tertentu. Isotop serta bentuk materialnya menentukan cara kerja masing-masing perangkat.

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik1:39
Unsur

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik

Ion erbium di dalam kaca dapat membantu memperkuat sinyal cahaya. Material yang sama juga dikenal melalui warna merah muda pada kaca tertentu.

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang1:39
Unsur

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang

Pola serapan holmium membantu memeriksa ketepatan alat optik. Standar pengukuran ini berbeda dari logam holmium yang tampak keperakan.