Telurium: Hasil Samping Tembaga untuk Energi dan Termoelektrik

Telurium jarang dijumpai, tetapi senyawanya dapat menyerap cahaya dan menghubungkan panas dengan listrik. Isotop alaminya pun menyimpan cerita waktu yang sangat panjang.

Telurium bersimbol Te dan bernomor atom 52. Namanya berasal dari tellus, Bumi. Semilogam rapuh ini banyak diperoleh sebagai hasil samping pemurnian tembaga, terutama dari residu lumpur anoda.

Dalam sel surya film tipis, kadmium telurida berfungsi sebagai penyerap cahaya. Material aktif tersebut merupakan senyawa CdTe yang menjadi bagian modul, bukan seluruh panel dan bukan logam telurium murni.

Paduan berbasis bismut telurida digunakan pada perangkat termoelektrik dekat suhu ruang. Gradien suhu dapat menghasilkan listrik melalui efek Seebeck, sedangkan pemberian daya memungkinkan perpindahan panas melalui efek Peltier.

Dua isotop utama, telurium-128 dan telurium-130, bersama-sama menyusun sekitar 65,82% telurium alami. Peluruhan beta gandanya sangat lambat. Besarnya fraksi isotop radioaktif tidak dengan sendirinya berarti aktivitas radiasi tinggi.

Pelajari Lebih Lanjut

Video Lain

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida1:41
Unsur

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida

Wolfram dikenal juga sebagai tungsten. Titik leleh logamnya sangat tinggi, sedangkan senyawa karbidanya membantu membentuk perkakas yang keras.

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi1:43
Unsur

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi

Lapisan oksida tantalum membantu membuat kapasitor yang ringkas. Sifat logam dan oksidanya bekerja bersama dalam komponen tersebut.

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip1:39
Unsur

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip

Hafnium menyerap neutron, sedangkan oksidanya dapat menjadi lapisan isolator pada transistor. Dua fungsi itu berasal dari bentuk bahan yang berbeda.

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan1:41
Unsur

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan

Lutesium memiliki kegunaan pada material katalis. Pasangan isotop lutesium dan hafnium juga membantu menelusuri sejarah batuan.

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya1:39
Unsur

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya

Iterbium menjadi bagian material laser dan penelitian optik. Kisahnya berawal dari pemisahan unsur-unsur yang memiliki sifat sangat mirip.

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus1:39
Unsur

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus

Tulium memiliki kegunaan dalam material laser dan sumber radiasi tertentu. Isotop serta bentuk materialnya menentukan cara kerja masing-masing perangkat.

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik1:39
Unsur

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik

Ion erbium di dalam kaca dapat membantu memperkuat sinyal cahaya. Material yang sama juga dikenal melalui warna merah muda pada kaca tertentu.

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang1:39
Unsur

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang

Pola serapan holmium membantu memeriksa ketepatan alat optik. Standar pengukuran ini berbeda dari logam holmium yang tampak keperakan.