Tembaga: Penghantar Listrik, Paduan, dan Patina Hijau
Tembaga pada kabel berbeda dari kuningan, perunggu, dan senyawa penyusun patina. Kenali peran bentuk material serta pemanfaatannya kembali.
Tembaga bersimbol Cu dan bernomor atom 29. Permukaan logam murni yang bersih tampak merah-oranye, dengan massa jenis sekitar 8,96 g/cm³ dan titik leleh sekitar 1.085°C. Konduktivitas tinggi mendukung penggunaannya pada kabel, motor, dan transformator.
Kuningan terutama memadukan tembaga dengan seng, sedangkan perunggu tradisional memadukannya dengan timah. Komposisi paduan dapat bervariasi, sehingga benda yang mengandung tembaga tidak selalu berupa tembaga murni.
Di udara lembap, permukaannya dapat membentuk patina hijau. Lapisan ini merupakan campuran senyawa hasil korosi, bukan warna asli logam tembaga dan bukan selalu satu senyawa yang sama.
Tubuh membutuhkan tembaga dalam jumlah kecil untuk fungsi enzim, tetapi logam atau garamnya tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Dalam industri, skrap tembaga dapat dipisahkan, dilebur, dan dimurnikan untuk digunakan kembali.