Tembaga: Penghantar Listrik, Paduan, dan Patina Hijau

Tembaga pada kabel berbeda dari kuningan, perunggu, dan senyawa penyusun patina. Kenali peran bentuk material serta pemanfaatannya kembali.

Tembaga bersimbol Cu dan bernomor atom 29. Permukaan logam murni yang bersih tampak merah-oranye, dengan massa jenis sekitar 8,96 g/cm³ dan titik leleh sekitar 1.085°C. Konduktivitas tinggi mendukung penggunaannya pada kabel, motor, dan transformator.

Kuningan terutama memadukan tembaga dengan seng, sedangkan perunggu tradisional memadukannya dengan timah. Komposisi paduan dapat bervariasi, sehingga benda yang mengandung tembaga tidak selalu berupa tembaga murni.

Di udara lembap, permukaannya dapat membentuk patina hijau. Lapisan ini merupakan campuran senyawa hasil korosi, bukan warna asli logam tembaga dan bukan selalu satu senyawa yang sama.

Tubuh membutuhkan tembaga dalam jumlah kecil untuk fungsi enzim, tetapi logam atau garamnya tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Dalam industri, skrap tembaga dapat dipisahkan, dilebur, dan dimurnikan untuk digunakan kembali.

Pelajari Lebih Lanjut

Video Lain

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida1:41
Unsur

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida

Wolfram dikenal juga sebagai tungsten. Titik leleh logamnya sangat tinggi, sedangkan senyawa karbidanya membantu membentuk perkakas yang keras.

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi1:43
Unsur

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi

Lapisan oksida tantalum membantu membuat kapasitor yang ringkas. Sifat logam dan oksidanya bekerja bersama dalam komponen tersebut.

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip1:39
Unsur

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip

Hafnium menyerap neutron, sedangkan oksidanya dapat menjadi lapisan isolator pada transistor. Dua fungsi itu berasal dari bentuk bahan yang berbeda.

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan1:41
Unsur

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan

Lutesium memiliki kegunaan pada material katalis. Pasangan isotop lutesium dan hafnium juga membantu menelusuri sejarah batuan.

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya1:39
Unsur

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya

Iterbium menjadi bagian material laser dan penelitian optik. Kisahnya berawal dari pemisahan unsur-unsur yang memiliki sifat sangat mirip.

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus1:39
Unsur

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus

Tulium memiliki kegunaan dalam material laser dan sumber radiasi tertentu. Isotop serta bentuk materialnya menentukan cara kerja masing-masing perangkat.

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik1:39
Unsur

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik

Ion erbium di dalam kaca dapat membantu memperkuat sinyal cahaya. Material yang sama juga dikenal melalui warna merah muda pada kaca tertentu.

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang1:39
Unsur

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang

Pola serapan holmium membantu memeriksa ketepatan alat optik. Standar pengukuran ini berbeda dari logam holmium yang tampak keperakan.