Titanium: Ringan, Kuat, dan Berbeda dari Titanium Dioksida

Paduan titanium menggabungkan kekuatan, bobot, dan ketahanan korosi. Kenali lapisan pasifnya serta perbedaannya dari senyawa putih TiO₂.

Titanium bersimbol Ti dan bernomor atom 22. Nama logam abu-abu keperakan ini terinspirasi para Titan. Massa jenisnya sekitar 4,506 g/cm³ dan titik lelehnya sekitar 1.670°C.

Paduan titanium dikenal melalui rasio kekuatan terhadap massa yang tinggi. Di udara, permukaannya membentuk lapisan oksida pasif sangat tipis yang membantu menahan korosi. Perlindungan itu tetap mempunyai batas pada lingkungan tertentu.

Kombinasi sifatnya membuat titanium dan paduannya berguna pada struktur pesawat, bagian mesin, serta implan tulang dan gigi. Pemilihan bahan tetap mempertimbangkan kondisi kerja dan respons tubuh.

Titanium dioksida, TiO₂, bukan logam titanium. Senyawa putih ini dipakai sebagai pigmen dan bahan aktif mineral pada tabir surya. Mineral seperti ilmenit dan rutil menjadi sumber penting unsur titanium, sedangkan pemrosesan logamnya memerlukan tahapan yang kompleks.

Pelajari Lebih Lanjut

Video Lain

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida1:41
Unsur

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida

Wolfram dikenal juga sebagai tungsten. Titik leleh logamnya sangat tinggi, sedangkan senyawa karbidanya membantu membentuk perkakas yang keras.

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi1:43
Unsur

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi

Lapisan oksida tantalum membantu membuat kapasitor yang ringkas. Sifat logam dan oksidanya bekerja bersama dalam komponen tersebut.

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip1:39
Unsur

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip

Hafnium menyerap neutron, sedangkan oksidanya dapat menjadi lapisan isolator pada transistor. Dua fungsi itu berasal dari bentuk bahan yang berbeda.

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan1:41
Unsur

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan

Lutesium memiliki kegunaan pada material katalis. Pasangan isotop lutesium dan hafnium juga membantu menelusuri sejarah batuan.

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya1:39
Unsur

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya

Iterbium menjadi bagian material laser dan penelitian optik. Kisahnya berawal dari pemisahan unsur-unsur yang memiliki sifat sangat mirip.

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus1:39
Unsur

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus

Tulium memiliki kegunaan dalam material laser dan sumber radiasi tertentu. Isotop serta bentuk materialnya menentukan cara kerja masing-masing perangkat.

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik1:39
Unsur

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik

Ion erbium di dalam kaca dapat membantu memperkuat sinyal cahaya. Material yang sama juga dikenal melalui warna merah muda pada kaca tertentu.

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang1:39
Unsur

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang

Pola serapan holmium membantu memeriksa ketepatan alat optik. Standar pengukuran ini berbeda dari logam holmium yang tampak keperakan.