Xenon: Gas Langka untuk Pendorong Ion dan Detektor Partikel

Xenon dapat tampak seperti ampul kosong, menyala saat tereksitasi, dan menjadi cairan pendeteksi partikel. Setiap keadaan memiliki fungsi tersendiri.

Xenon bersimbol Xe dan bernomor atom 54. Gas mulia ini sangat encer di atmosfer, tak berwarna pada keadaan biasa, dan ditemukan Ramsay bersama Travers pada 1898 melalui pemisahan udara cair.

Cahaya pada tabung lucutan berasal dari atom yang tereksitasi oleh listrik. Warna pancaran itu tidak berarti gas xenon biasa berwarna biru. Meskipun sukar bereaksi, xenon juga dapat membentuk senyawa dalam kondisi tertentu.

Wahana Dawn membawa 425 kilogram xenon untuk sistem propulsi ion. Ion dipercepat secara listrik sehingga menghasilkan dorongan kecil yang dapat bekerja lama, mendukung perjalanan ke Vesta dan Ceres.

Pada eksperimen LUX-ZEPLIN, xenon cair menjadi medium pendeteksi interaksi partikel. Ruang proyeksi waktunya memanfaatkan dua fase dan sekitar tujuh ton xenon aktif. Detektor mencari sinyal; keberadaannya bukan bukti bahwa materi gelap telah ditemukan.

Pelajari Lebih Lanjut

Video Lain

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida1:41
Unsur

Wolfram: Logam Bertitik Leleh Tinggi dan Perkakas Karbida

Wolfram dikenal juga sebagai tungsten. Titik leleh logamnya sangat tinggi, sedangkan senyawa karbidanya membantu membentuk perkakas yang keras.

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi1:43
Unsur

Tantalum: Kapasitor Kecil dan Ketahanan terhadap Korosi

Lapisan oksida tantalum membantu membuat kapasitor yang ringkas. Sifat logam dan oksidanya bekerja bersama dalam komponen tersebut.

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip1:39
Unsur

Hafnium: Pengendali Neutron dan Lapisan pada Cip

Hafnium menyerap neutron, sedangkan oksidanya dapat menjadi lapisan isolator pada transistor. Dua fungsi itu berasal dari bentuk bahan yang berbeda.

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan1:41
Unsur

Lutesium: Katalis dan Jam Isotop dalam Batuan

Lutesium memiliki kegunaan pada material katalis. Pasangan isotop lutesium dan hafnium juga membantu menelusuri sejarah batuan.

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya1:39
Unsur

Iterbium: Unsur Tanah Jarang untuk Teknologi Cahaya

Iterbium menjadi bagian material laser dan penelitian optik. Kisahnya berawal dari pemisahan unsur-unsur yang memiliki sifat sangat mirip.

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus1:39
Unsur

Tulium: Kristal Laser dan Sumber Sinar-X Khusus

Tulium memiliki kegunaan dalam material laser dan sumber radiasi tertentu. Isotop serta bentuk materialnya menentukan cara kerja masing-masing perangkat.

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik1:39
Unsur

Erbium: Menguatkan Sinyal dalam Serat Optik

Ion erbium di dalam kaca dapat membantu memperkuat sinyal cahaya. Material yang sama juga dikenal melalui warna merah muda pada kaca tertentu.

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang1:39
Unsur

Holmium: Acuan Warna untuk Mengukur Panjang Gelombang

Pola serapan holmium membantu memeriksa ketepatan alat optik. Standar pengukuran ini berbeda dari logam holmium yang tampak keperakan.